PAI Kemenag Tebing Tinggi Beri Pendampingan Rohani

  • 14 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Di bawah langit Tebing Tinggi yang teduh pada Jumat 13 Februari 2026, sebuah pertemuan penuh makna berlangsung di UPTD Pelayanan Sosial Tuna Netra dan Tuna Daksa Sei Buluh Dinas Sosial Prov. Sumatera Utara. Langkah kaki para Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Kemenag Kota Tebing Tinggi hadir membawa misi sederhana namun mendalam: memeluk jiwa-jiwa yang seringkali terlupakan. Di sana, keterbatasan fisik bukan lagi menjadi pembatas, melainkan jembatan untuk saling menguatkan dalam iman.

Suasana haru menyelimuti ruangan saat Aripin Saragi dan tim mulai menyapa lembut para warga binaan tuna netra dan tuna daksa. Dengan tema "Kesempurnaan Hanyalah Milik Allah", setiap kata yang terucap menjadi penyejuk bagi hati yang mungkin sempat merasa kecil. Pesan itu merasuk dalam, mengingatkan bahwa di balik raga yang tak sempurna, tersimpan kemuliaan hati yang sangat dicintai oleh Sang Pencipta.

Tak ada sekat antara sang penyuluh dan mereka yang mendengarkan dengan saksama melalui sisa indra yang dimiliki. Sentuhan rohani ini menjadi bukti bahwa negara hadir tidak hanya melalui aturan, tetapi melalui kasih sayang dan kepedulian nyata. Hak untuk mengenal Tuhan dan merasakan kedamaian ibadah adalah milik semua orang, tanpa terkecuali bagi mereka yang sedang berjuang dengan keterbatasan fisiknya," ucap Aripin.

Iya menambahkan senyum simpul menghiasi wajah para warga binaan saat doa-doa mulai dilangitkan bersama. Pihak UPTD pun tak mampu menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya atas kunjungan yang sangat berarti ini. Bagi mereka, kehadiran PAI bukan sekadar tugas dinas, melainkan kado indah yang mengembalikan semangat hidup dan martabat kemanusiaan para penyandang disabilitas.

Kegiatan ini meninggalkan jejak hikmah yang mendalam bagi siapa saja yang menyaksikannya di Jalan Soekarno-Hatta siang itu. Bahwa pada akhirnya, kita semua adalah hamba yang sama-sama mencari cahaya dalam kegelapan. Pertemuan singkat ini membuktikan bahwa perhatian tulus sanggup menembus batas-batas fisik yang paling sulit sekalipun," ujar Aripin.

Hari itu, semua yang hadir pulang dengan hati yang lebih lapang dan pandangan yang lebih jernih. Kemenag Tebing Tinggi telah menanam benih harapan di tanah yang subur akan kesabaran. Semoga semangat ini terus menyala, mengingatkan kita bahwa setiap jiwa berhak merasa dicintai dan diingat oleh sesamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....