Kemenag Dairi Dorong Pendidikan Karakter dan Moderasi Beragama

  • 14 Feb 2026 00:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kepala Seksi Pendidikan Kristen (Penkris) Kementerian Agama Kabupaten Dairi, Jakaban Siregar, melaksanakan pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus VII yang meliputi Kecamatan Berampu dan Kecamatan Lae Parira. Kegiatan berlangsung di UPT SDN No. 030408 Kentara, Jum'at 13 Februari 2026 dan diikuti 30 peserta yang terdiri dari perwakilan Kemenag Dairi serta seluruh guru PAK Gugus VII.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Panahatan Sihombing, sebagai bentuk refleksi dan penguatan spiritual sebelum memasuki sesi pembinaan. Selanjutnya, Ketua Gugus Sere Sihombing bersama Pengawas PAK Lisnauli Sitorus, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam arahannya, Jakaban Siregar menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak boleh diposisikan sebagai materi tambahan, melainkan harus terintegrasi dalam setiap tahapan pembelajaran.

“Pendidikan karakter harus menyatu dalam proses pembelajaran PAK, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Guru perlu mengaitkan nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, serta sikap menghargai perbedaan dengan materi ajar yang disampaikan,” ucapnya.

Pada sesi diskusi, Guru PAK Susanti Tambunan dari UPT SDN No. 030404 mengangkat tantangan integrasi nilai karakter pada siswa dengan latar belakang sosial ekonomi dan budaya yang beragam. Sementara itu, Friska Sinaga, S.Pd.K., dari UPT SDN No. 036569 menanyakan metode asesmen yang tepat untuk mengukur perkembangan karakter siswa secara objektif dan selaras dengan standar kompetensi pembelajaran PAK.

Menanggapi hal tersebut, Jakaban memberikan penjelasan praktis serta mendorong guru untuk menggunakan pendekatan observasi, jurnal refleksi, dan penilaian sikap sebagai bagian dari asesmen karakter. Ia juga mengajak peserta berbagi praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.

Selain penguatan pendidikan karakter, Kasi Penkris turut menekankan pentingnya penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Menurutnya, guru PAK memiliki peran penting dalam menanamkan sikap toleran dan menghargai keberagaman. “Moderasi beragama bukan menyamakan ajaran, tetapi membangun sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam keberagaman. Guru harus menjadi teladan dalam membangun suasana yang harmonis di sekolah,” ujarnya.

Pada sesi penutupan, Pengawas PAK Gugus VII Lisnauli Sitorus, menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan. Ia menegaskan komitmen para guru untuk mengimplementasikan integrasi pendidikan karakter dan nilai moderasi beragama dalam pembelajaran PAK di masing-masing sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi guru PAK dalam membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, serta memiliki sikap toleran di tengah keberagaman masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....