Cara Melakukan Salat Hadiah

  • 10 Feb 2026 17:54 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Salat Hadiah atau Salat Unsi adalah salat sunnah dua rakat yang ditujukan untuk menghadiahkan pahala kepada orang yang meninggal dunia. Salat ini dilakukan pada malam pertama saat jenazah itu telah dikuburkan dan dua rakaat.

Pada rakaat pertama membaca Al-fatihah, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi 1 kali, dan surah At-Takatsur satu kali. Sementara pada rakaat ke dua, membaca Al-fatihah, kemudian surah Al-Ikhlas 11 kali. 

Ada yang menyebutnya  At-Takatsur atau Al-ikhlas saja, namun riwayat terbanyak menyebutkan kombinasi tersebut.

Ustadz Izhar Syafawi, menerangkan manfaat dari salat hadiah ini adalah untuk meringankan beban. Serta mengurangi siksa kubur jenazah, terutama pada malam pertama di alam kubur. Salat hadiah itu juga menjadi penghibur bagi jenazah di alam kuburnya hingga kiamat tiba, dan Allah mengutus seribu malaikat yang membawa cahaya di alam kubur mayit.

"Maka berdoa setelah itu kepada jenazah, yang baru di kebumikan itu, Ya Allah sampaikan doaku ini sampai ke kubur itu, kata Rasulullah SAW bahwa, salat hadiah dan Doa tersebut, maka seribu malaikan, setiap malaikan, membawa cahaya sampai hari kiamat dan mengalir terus," kata Ustadz Izhar Syafawi dalam kajian Mutiara Pagi, edisi Senin, 9 Februari 2026, melalui Pro1 RRI Medan, yang dipandu Dessy Utami.

Pesan dari seorang pendengar, Aslah di Lau Dendang yang menanyakan terkait malam pertama di alam kubur ada siksaan. Aslah bertanya terkait dengan sudah beberapa hari orang tersebut meninggal baru diketahui, apakah masih boleh kita melaksanakan salat hadiah. Jawab Ustadz, dalam kitab Irsyadul ibad, siksaan kubur itu dirasakan bagi orang yang tidak mengerjakan kewajiban salat.

"Siksaan alam kubur itu ada tujuh hari masing-masing hari pertama, himpitan demi himpitan, hari ke dua pukulan demi pukulan dan hari ke tiga adalah remukan badan dan tulang bersatu. Kemudian hari ke empat, datangnya ular sujaul acra, kemudian ke lima, pembakaran tubuhnya, dan hari ke enam dosa yang datang menyeramkan, serta hari ke tujuh, berulang-ulang siksaan itu datang," ujar Ustadz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....