Pers Menjaga Warisan Budaya Di Era Digital

  • 09 Feb 2026 12:16 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,- Pesatnya perkembangan teknologi digital, pers memegang peran strategis dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. Melalui berbagai platform digital, media menjadi jembatan penting antara nilai-nilai budaya tradisional dan generasi muda di era modern.

Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen edukasi dan pelestarian budaya. Berita, artikel, dokumenter, hingga konten multimedia yang dipublikasikan secara daring mampu mengenalkan kembali tradisi, bahasa daerah, seni, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke mancanegara.

“Melawan arus hoaks di tahun 2026 ini, teknologi AI makin canggih. Hoaks bukan lagi cuma tulisan bisa berupa video yang mirip kali sama aslinya. Generasi muda butuh "wasit" yang bisa dipercaya buat bilang, "Hey, ini editan, ini yang beneran." Dan Pers itu lah wasit profesional nya," ujar Mahasiswa Universitas Tjut Nyak Dhien Medan, Siti Hajar dalam acara Markobar Programa 4 RRI Medan, Senin, 9 Februari 2026.

Siti Hajar mengatakan digitalisasi media memungkinkan warisan budaya yang sebelumnya terbatas oleh ruang dan waktu kini dapat diakses dengan mudah. Arsip budaya, liputan upacara adat, serta kisah tokoh-tokoh budaya dapat disajikan secara menarik melalui video, podcast, dan media sosial. 

Lebih lanjut dikatakan Siti Hajar, melalui digitalisasi turut membantu meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya bangsa.

“Saya sangat apresiasi media RRI terutama Pro 4 Medan yang selalu menyiarkan konten- konten budaya," ucap Farida, warga Sembada Medan saat interaktif melalui sambungan telepon.

Namun demikian, pers juga dihadapkan pada tantangan besar, seperti arus informasi global yang cepat dan potensi tergerusnya nilai budaya lokal. Maka, media dituntut untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab dalam menyajikan konten budaya, agar tidak terjadi distorsi makna atau komersialisasi berlebihan. (Penulis: AsmaLubis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....