Kematian Bayi adalah Simpanan Syurga

  • 06 Jan 2026 12:38 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Kematian bayi kerap menjadi ujian berat bagi orang tua. Namun dalam perspektif Islam, peristiwa tersebut menyimpan hikmah dan kemuliaan besar. Hal itu disampaikan Ustadz Izhar Syafawi S.Pdi dalam Kajian Mutiara Pagi RRI Medan pada Senin pagi (5/1/2026), dengan topik “Kematian Bayi adalah Simpanan Syurga.”

Ustadz Izhar menjelaskan bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia berada dalam keadaan suci dan tidak memiliki dosa. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah.

“Bayi yang meninggal dunia berada dalam keadaan suci, tidak membawa dosa. Karena itu, ia menjadi simpanan surga bagi orang tuanya,” jelas Ustadz Izhar.

Ia menambahkan, keutamaan tersebut juga berkaitan dengan sikap orang tua dalam menghadapi musibah. Orang tua yang bersabar, ikhlas, tidak meratap, dan tidak mengeluh atas kepergian anaknya akan mendapatkan balasan besar dari Allah SWT.

Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang tua yang kehilangan dua atau tiga anak, lalu bersabar dan ikhlas, akan mendapatkan jaminan surga. Bahkan, anak-anak tersebut kelak menjadi penolong bagi orang tuanya di akhirat.

“Anak-anak itu akan menanti orang tuanya di surga, menyiapkan tempat, bahkan memohonkan ampunan agar orang tuanya dapat berkumpul bersama mereka,” ujarnya.

Ustadz Izhar juga menegaskan bahwa kematian bayi mengandung kasih sayang Allah SWT. Selain mengangkat derajat orang tua, peristiwa tersebut juga menjadi bentuk perlindungan Allah dari beban dunia dan akhirat yang lebih berat di kemudian hari.

Namun demikian, ia mengingatkan agar hadis tentang keutamaan ini tidak disalahpahami. Kematian bayi yang dimaksud adalah wafat karena takdir Allah, bukan akibat perbuatan sengaja seperti aborsi atau pembunuhan, yang justru termasuk dosa besar.

Sebagai penutup, Ustadz Izhar mengajak umat Islam untuk senantiasa ridha terhadap takdir Allah, meningkatkan keimanan, dan menjadikan setiap ujian sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya. (Maulidina Hanum Hutasuhut)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....