Program Irigasi Padat Karya Dorong Swasembada Pangan

  • 21 Sep 2026 17:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang – Pemerintah mendorong pembangunan jaringan irigasi berbasis masyarakat untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus membuka kesempatan kerja. Program tersebut dijalankan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya diarahkan pada proyek besar seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara. Pemerintah juga menjalankan infrastruktur yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat menggunakan anggaran APBN.

“Melalui program padat karya inilah akhirnya pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, tetapi pemerintah juga menyiapkan infrastruktur yang berbasis kepada masyarakat,” katanya saat diwawancarai media usai temu wicara dengan Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) pada Senin, 21 September 2026.

Dudung menyebut pelaksanaan program tersebut mendukung Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Swasembada Pangan. Secara nasional, ia menyebut program mencakup 37 provinsi dengan anggaran Rp14,63 triliun.

Khusus Sumatera Utara, Dudung menyebut program menjangkau 21 kabupaten dan kota dengan anggaran Rp527,50 miliar. Infrastruktur irigasi diharapkan memastikan pasokan air menjangkau petak sawah dan lahan pertanian masyarakat.

Dudung juga menyampaikan data mengenai target penyerapan tenaga kerja dari pelaksanaan program. Namun, dalam keterangannya terdapat dua angka berbeda untuk Deli Serdang, yakni 57 titik dengan target 38.475 tenaga kerja dan 86 titik dengan target 58.050 tenaga kerja.

Sementara, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Andi Adi Umar Dani mengatakan, program P3-TGAI dilaksanakan langsung oleh kelompok petani. Dana APBN disalurkan kepada P3A sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa kelompok terlebih dahulu menyediakan modal. “Diharapkan pelaksanaannya akan lebih maksimal karena yang melaksanakan oleh petani sendiri dan akan dimanfaatkan sendiri oleh petani,” ujarnya.

Selain lokasi reguler, Kementerian PU juga mengalokasikan 314 titik penanganan irigasi di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) pada 2026. Menurut Andi, seluruh titik tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan.

Dudung berharap pembangunan jaringan irigasi dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga stabilitas ekonomi petani. Ia juga menekankan pentingnya memastikan anggaran negara memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....