P3-TGAI Sumut Jangkau 334 Lokasi Irigasi

  • 21 Sep 2026 17:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Sumatera Utara dilaksanakan pada 334 lokasi. Sekitar 100 titik di antaranya tersebar di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai.

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Andi Adi Umar Dani mengatakan, secara nasional program tersebut tersebar pada 12.000 titik. P3-TGAI difokuskan pada pembangunan jaringan irigasi tersier, kuarter hingga sejumlah pintu air.

“Sebagai laporan, kegiatan P3-TGAI ini di seluruh Indonesia tersebar di 12.000 titik, dan untuk Sumatera Utara terdapat 334 lokasi,” katanya saat memberikan kata sambutan saat Kepala Staf Kepresidenan meninjau operasionalisasi Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) proyek irigasi dan temu wicara dengan Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) pada Senin, 21 September 2026.

Andi mengatakan Kementerian PU menjalankan penanganan irigasi melalui sejumlah skema. Kegiatan reguler mencakup pembangunan bendungan, bendung, jaringan irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Kementerian PU juga melaksanakan kegiatan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Kebijakan tersebut memungkinkan intervensi terhadap jaringan irigasi yang menjadi kewenangan provinsi, kabupaten maupun Kementerian Pertanian.

Sementara P3-TGAI menggunakan pendekatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat dengan anggaran APBN. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh P3A yang telah dinyatakan memenuhi hasil evaluasi.

“Kegiatan P3-TGAI ini sudah berjalan dari bulan Juli dan saat ini progres secara keseluruhan, progres fisik 88 persen, jadi hampir sudah selesai semua,” ujarnya.

Andi berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung musim tanam berikutnya. P3-TGAI juga diarahkan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengatakan, program irigasi tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan. Pemerintah ingin memastikan jaringan irigasi menjangkau langsung lahan pertanian.

“Kalau dulu-dulu, kalau PU kan mengerjakan primer, sekunder, nah ini tersier. Tersier ini masyarakat sendiri yang mengolah, yang mendapat uang, yang mengerjakan,” katanya.

Dudung menyebut pendekatan tersebut memberikan manfaat ganda karena memperbaiki jaringan irigasi sekaligus melibatkan masyarakat dalam pengerjaannya. Infrastruktur tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan produksi pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....