Sekolah Rakyat Medan Evaluasi Pelayanan dan Pengasuhan Siswa

  • 04 Sep 2026 15:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Medan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan sekolah. Forum dilaksanakan setelah proses pembelajaran di sekolah tersebut berjalan lebih dari dua bulan.

Kepala SRT 2 Medan jenjang SD dan SMA, Syahripal Putra mengatakan pelayanan sekolah tidak hanya menyangkut kegiatan belajar mengajar. Pengasuhan dan kehidupan siswa di asrama juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dan masukan dari berbagai pihak.

“Kegiatan di luar KBM harus punya roh tersendiri yang mencerminkan kedisiplinan, pembinaan karakter, dan juga kesejahteraan psikologi bagi anak-anak,” katanya, pada kegiatan FKP, Kamis 3 September 2026.

Menurut Syahripal, kegiatan siswa yang cukup padat perlu tetap memperhatikan kenyamanan dan kondisi psikologis anak. Karena itu, sekolah membutuhkan masukan agar pembinaan kedisiplinan dan karakter dapat berjalan tanpa membuat siswa merasa terkekang selama tinggal di lingkungan sekolah.

Sementara itu, perwakilan Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Hendri E.E. Purba menyoroti pentingnya standar pelayanan yang terukur. Selain kompetensi petugas dan pengawasan, kepastian waktu penyelesaian pelayanan dinilai perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat.

“Kalau durasi kita enggak bisa ukur, berat. Kita mau membuat pelayanan, seperti saya minta informasi data misalnya, ‘Ya Pak, nanti kita berikan.’ Nantinya ini kapan? Harusnya kan disebutkan,” ujarnya.

Salah seorang wali murid, Romasta Marbun, mengatakan cukup sulit meminta wali asuh atau wali asrama untuk mengabarkan kegiatan anaknya setiap hari. Siswa SRT 2 Medan, Nursahira dan Gratia juga meminta kepada pihak sekolah untuk mengadakan ekstrakurikuler menjahit dan merias wajah untuk memudahkan penampilan tarian mereka, dan juga menambah kemampuan untuk masa depan.

Menanggapi masukan tersebut, Humas SRT 2 Medan, Khairul Hasyim Haloho mengatakan draf pelayanan menetapkan waktu penyelesaian maksimal sepuluh hari. Sekolah juga mempertimbangkan kemungkinan mempercepat standar pelayanan menjadi lima hari.

“Nantinya mungkin kami akan mengevaluasi dan mempersingkat waktu pelayanan menjadi lima hari bekerja. Untuk saran wali murid, mungkin Ibu bisa melihat konten atau status di media sosial kami untuk mengetahui kegiatan siswa, atau menghubungi akun media sosial untuk kegiatan besar yang kami adakan,” ujarnya.

Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Selamat, Andri Bangun, mengatakan pihaknya akan siap jika menerima para murid untuk belajar di kegiatan yang mereka lakukan, seperti merangkai papan bunga dan sebagainya. Ia mengatakan akan mengundang pihak SRT 2 Medan untuk kegiatan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....