Rumah Difabel Sharaswaty, Ruang Tumbuhkan Kemandirian
- 30 Agt 2026 16:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Di Rumah Difabel Sharaswaty, penyandang disabilitas tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan. Mereka belajar mengembangkan keterampilan, membangun usaha, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja secara lebih mandiri.
Rumah Difabel Sharaswaty lahir dari kepedulian Sri Dewi Fitriyani Natadiningrat terhadap kelompok rentan saat pandemi Covid-19. Ia mulai memikirkan bagaimana penyandang disabilitas tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan dan menentukan masa depannya sendiri.
Langkah itu semakin terbuka pada 2021, ketika Dewi mendapat dukungan dana dari salah satu BUMN untuk menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional. Momentum tersebut kemudian digunakan untuk menyuarakan pesan sederhana tentang keberadaan dan kemampuan penyandang disabilitas.
“Saya ingin di perayaan itu selain campaign bahwa mereka ada, mereka bisa. Kita yang non-difabel bilang, "mereka ada, mereka bisa, kemudian mereka menjawab, "kami ada, kami bisa,” katanya saat diwawancarai pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Perayaan tersebut akhirnya berlangsung dengan melibatkan ratusan penyandang disabilitas yang menjadi tamu pertama di Aula Tengku Rizal Nurdin usai Covid-19. Dari kegiatan itu, Dewi kemudian melanjutkan langkahnya dengan membangun program inkubasi bagi penyandang disabilitas.
Perjalanannya tidak langsung mudah karena Dewi sempat kesulitan mencari peserta hingga mendatangi sejumlah sekolah luar biasa. Pertemuannya dengan teman tuli, netra, daksa, dan ragam disabilitas lainnya perlahan mengubah pandangannya tentang pendampingan.
Ia melihat teman tuli yang ingin menjadi penari dan penyandang disabilitas netra yang mampu menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa penyandang disabilitas tidak membutuhkan orang lain untuk menentukan cita-citanya, melainkan kesempatan untuk mencapainya.
Keberhasilan kegiatan pada 2021 membuat Dewi lebih mudah mendapatkan dukungan pada tahun berikutnya. Jika sebelumnya ia harus mendatangi berbagai pihak untuk memperkenalkan programnya, pada 2022 jaringan yang telah terbentuk membuat proses tersebut lebih mudah.
Dukungan kembali diperoleh pada 2023 dari seorang kenalan ayahnya yang ditemui saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022. Meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan dua tahun sebelumnya, bantuan itu cukup untuk melanjutkan program karena fondasi telah dibangun sejak 2021, hingga akhirnya Rumah Difabel Saraswaty berhasil memiliki bangunan permanen pada 2024 di Jalan Beringin II No.75, Helvetia, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan.
Dari Olahraga hingga Membuat Sepatu
Salah satu yang menemukan ruang tersebut adalah Nopi, teman tuli berusia 35 tahun. Sebelum bergabung dengan Rumah Difabel Sharaswaty, Nopi pernah menekuni olahraga dan meraih juara dua tolak peluru pada 2012 serta juara tiga lempar lembing pada 2016 di National Paralympic Committee (NPC). Kemudian pada seleksi tahun 2020, ia tidak lulus karena pada saat itu ia sedang mengandung.
Setelah meninggalkan olahraga, Nopi mencoba membangun usaha pembuatan sepatu pada 2020. Usaha tersebut hanya berjalan sekitar enam bulan karena sepi pembeli, sedangkan usaha minuman boba yang kemudian dirintisnya turut terhenti akibat pandemi.
Pada 2023, Nopi mulai aktif bersama Rumah Difabel Sharaswaty dan mendapat dukungan untuk kembali memproduksi sepatu. Produk tersebut kemudian dibawa ke Rumah Difabel dan dibantu untuk dipasarkan ke tempat lain.

“Ibu Dewi bilang didukung untuk buat lagi produksi sepatu. Kemudian saya coba lagi produksi dan antar ke Rumah Difabel. Saya juga diajak untuk menjual di tempat lain,” ujarnya.
Kesempatan tersebut membuat Nopi kembali menjalankan usaha yang pernah terhenti. Kini, ibu dua anak tersebut membuat sepatu bersama suaminya sekaligus menjalankan usaha minuman dan tetap aktif mengikuti kegiatan Rumah Difabel Sharaswaty.
Meracik Kopi dan Membangun Mimpi
Cerita berbeda datang dari Amin Zega, penyandang disabilitas fisik berusia 26 tahun. Amin mengalami kecelakaan ketika berusia sekitar lima atau enam tahun dan kemudian mengenal Rumah Difabel Sharaswaty pada 2023.
Sejak bergabung, Amin mengikuti sejumlah pelatihan, termasuk pelatihan barista berkualifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ia juga pernah bekerja di Cafe Pelataran Difabel sejak 2023 hingga Februari 2024.
Kini, Amin masih memperdalam pemasaran dan rutin menjadi barista dalam kegiatan Warung Difabel pada sejumlah agenda pemerintah daerah. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki cita-cita membangun usaha kopi sendiri.

“Kalau bisa saya mau punya brand kopi yang besar. Bukan cuma brand yang jual minuman, tapi juga jual bijinya, jual pengalaman kepada pelanggan-pelanggan,” katanya.
Menurut Amin, pembelajaran pemasaran digital yang diperolehnya juga dapat mendukung cita-cita tersebut. Ia ingin memahami cara mengenalkan dan mengembangkan usaha kopi agar mampu menjangkau lebih banyak konsumen.
Kesempatan untuk Menentukan Masa Depan
Perjalanan Nopi dan Amin menjadi bagian dari perkembangan pendampingan di Rumah Difabel Sharaswaty. Program yang awalnya berfokus pada inkubasi usaha kini berkembang mencakup pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, pendampingan legalitas UMKM, hingga upaya membuka akses pendidikan.
Dewi mengaku masih terus belajar memahami kebutuhan teman-teman dari beragam disabilitas, termasuk mempelajari bahasa isyarat. Baginya, ruang inklusif seharusnya tidak dibangun dengan menentukan apa yang harus dilakukan penyandang disabilitas.

Rumah Difabel Sharaswaty berupaya memberikan kesempatan agar mereka dapat mengembangkan kemampuan dan menentukan pilihannya sendiri. Nopi memilih kembali membuat sepatu, sementara Amin terus meracik kopi dengan mimpi membangun mereknya sendiri.
Dua perjalanan tersebut hanya sebagian dari cerita penyandang disabilitas yang tumbuh bersama Rumah Difabel Sharaswaty. Keduanya membawa kembali pesan yang telah disuarakan sejak awal berdirinya ruang tersebut: mereka ada, mereka bisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....