Batu Bara Ikuti Gerakan Tanam Serempak Nasional

  • 24 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Batu Bara – Pemerintah Kabupaten Batu Bara mengikuti Gerakan Tanam Serempak seluas 50 ribu hektare secara nasional, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan di Batu Bara dilaksanakan pada lahan optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah rakyat di Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar.

Gerakan Tanam Serempak diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Direktur Polbangtan, Nurliana Harahap mengatakan, pemanfaatan lahan oplah menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produksi pertanian. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman.

“Agenda ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya pada lahan oplah, sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu upaya yang didorong adalah memastikan hasil pertanian memiliki nilai ekonomi lebih baik bagi masyarakat.

Baharuddin menyebut kebijakan pemerintah pusat telah menetapkan harga gabah kering panen paling rendah Rp6.500 per kilogram. Pemkab Batu Bara juga merencanakan penguatan akses permodalan bagi petani melalui PT Tani Nusantara tanpa bunga.

Program permodalan tersebut diharapkan dapat membantu petani, termasuk masyarakat yang belum memiliki lahan untuk menyewa lahan pertanian. Dukungan juga direncanakan mencakup kebutuhan bibit, pupuk, dan sarana pertanian lainnya.

“Saya ingin niat saya itu bagaimana petani dan masyarakat Batu Bara kehidupannya lebih baik, terjamin, dan lebih sejahtera,” ujarnya.

Selain permodalan, Baharuddin menekankan pentingnya peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Penyuluh dinilai memiliki peran strategis dalam mengarahkan pola dan waktu tanam hingga pengaturan masa panen.

“Dalam hal ini saya ingin bukan petani yang mengatur kelompok penyuluh, tetapi penyuluh yang mengatur petani. Ikuti arahan penyuluh, jangan mengikuti keinginan sendiri, supaya hasilnya bisa meningkat,” katanya.

Gerakan Tanam Serempak turut melibatkan jajaran Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Batu Bara, penyuluh, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....