Musa Rajekshah Resmikan Rumah Olahan Kedelai Indonesia di Binjai

  • 01 Agt 2026 00:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, meresmikan Rumah Olahan Kedelai Indonesia (ROKI) di Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Jumat, 31 Juli 2026. Kehadiran ROKI diharapkan menjadi pusat pemberdayaan pelaku usaha tahu sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM berbasis kedelai.

Dalam sambutannya, Musa Rajekshah mengatakan Rumah Olahan Kedelai Indonesia merupakan bentuk dukungan MES Sumut terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan rumah olahan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara yang memberikan pendampingan dan dukungan sarana produksi.

Musa mengapresiasi para penggiat usaha tahu di Kelurahan Suka Ramai dan sekitarnya yang selama ini konsisten mempertahankan industri rumahan berbahan dasar kedelai. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai sentra produksi tahu di Sumatera Utara.

"Kami dari MES hadir untuk mendukung program pemerintah melalui pemberdayaan UMKM. Rumah Olahan Kedelai ini menjadi salah satu upaya agar pelaku usaha semakin berkembang dengan dukungan pendampingan dan peralatan yang memadai," kata Musa.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas produk pangan. Menurutnya, persaingan usaha tidak boleh mengorbankan keamanan pangan dengan penggunaan bahan berbahaya seperti formalin. Para pelaku usaha diharapkan tetap mempertahankan kualitas produk sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, Musa mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam membina UMKM hingga mampu mandiri bahkan menembus pasar ekspor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci penguatan ekonomi daerah.

"Bank Indonesia selama ini sangat serius mendampingi UMKM, mulai dari pembinaan hingga pelaku usaha benar-benar mandiri. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus diperkuat agar ekonomi masyarakat semakin meningkat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Musa juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena kedelai merupakan bahan baku utama berbagai produk pangan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari, seperti tahu dan tempe.

Ia berharap program ketahanan pangan yang sedang didorong pemerintah dapat meningkatkan produksi kedelai dalam negeri sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Kita berharap ke depan kedelai tidak lagi bergantung pada impor. Indonesia memiliki lahan yang subur dan harus mampu mewujudkan kemandirian pangan, termasuk untuk kebutuhan bahan baku tahu dan tempe," ucapnya.

Lebih lanjut, Musa juga mengajak masyarakat dan organisasi kemasyarakatan memperkuat koperasi sebagai wadah peningkatan kesejahteraan anggota. Menurutnya, penguatan koperasi akan memperkokoh UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....