Beragam Pendapat Masyarakat Soal Penyesuaian MBG Selama Ramadan

  • 04 Mar 2026 08:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Kebijakan penyesuaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Secara umum, warga mendukung langkah pemerintah yang mengalihkan pembagian makanan ke waktu berbuka puasa atau untuk dibawa pulang.

Siti Aisyah Ratni warga Martubung dalam program Markobar Programa 4 RRI Medan menilai kebijakan tersebut cukup bijak. “Kalau tetap dibagikan pagi atau siang tentu mubazir karena anak-anak berpuasa. Dengan dibawa pulang, bisa untuk berbuka bersama keluarga,” ujarnya, Selasa ( 02/03/2026 ).

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Selama Ramadan, mekanisme distribusi disesuaikan agar tetap relevan dengan kondisi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang mengingatkan pentingnya pengawasan kualitas makanan. Mama Rizki warga Simpang Limun menilai makanan yang dibagikan untuk berbuka harus benar-benar dijaga ketahanannya. “Kalau dibagikan siang untuk dimakan magrib, harus dipastikan tidak basi,” katanya.

Penyesuaian ini sebagai langkah adaptif pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program tanpa mengurangi manfaatnya.Masyarakat menilai perlunya evaluasi berkala agar pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Secara keseluruhan, masyarakat berharap penyesuaian MBG selama Ramadan tetap mengedepankan kualitas, ketepatan distribusi, serta transparansi anggaran, sehingga tujuan utama meningkatkan gizi anak-anak Indonesia tetap tercapai meski dalam suasana bulan suci.

Rekomendasi Berita