BTN, Hidupkan Asa Hunian Bencana Aceh Tamiang di saat Ramadan

  • 25 Feb 2026 23:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – “Kata tetangga, rumah saya hanyut terbawa arus sungai Tamiang dan saya pasrah saja waktu itu. Alih-alih gak lama, rumah saya hanyut. Ya Sudahlah, saya bilang sama suami gak usah dikejar, gak mungkin bisa tertangkap lagi. Sudah gitu anak saya kelaparan dan saya bilang sudahlah dek, gak usah ribut,”

Begitulah ucapan seketika yang keluar dari bibir Rita Zahara, satu dari ratusan warga Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang kini pasrah dan merelakan rumahnya hilang, akibat terbawa arus banjir bandang. Harapannya pupus, karena ia dan suaminya Mujimin, harus membangun masa depan keluarga mulai dari nol.

Meski kehilangan rumahnya, wanita yang akrab disapa Rita masih bersimbah syukur karena kini masih bisa menetap di lokasi yang lebih layak pasca bencana kelam itu. Hunian Danantara (Huntara) yang terletak di Desa Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, kini menjadi hunian baru bagi Rita dan warga sekitar yang kehilangan rumahnya. Meski bukan hunian tetap, kehadiran Huntara menjadi rumah baru sederhana baginya, setidaknya penyambung hidup bersama keluarga kecilnya.

“Memang ga ada lagi rumah kita. Inilah rumah kita ini sekarang, walaupun begini dan sebagai singgah sebentar. Alhamdulillah kali loh dek, ini rumah juga loh dek. Di sini masjid sudah dekat, waktu adzan dekat langsung ke masjid. Termasuk bisa tarawih saat Ramadan. Kalau di rumah dulu memang jauh ke masjid. Sekarang, begitu adzan, langsung pergi ke masjid,” ujar Rita sambil didampingi kedua anaknya Aqila dan Azkia, saat ditemui RRI pada Jumat, 20 Februari 2026 lalu.

Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan satu dari 21 desa di Provinsi Aceh yang nyaris dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan bencana Sumatra yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025. Bisa dikatakan, desa yang berjumlah penduduk lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK) itu, kini nyaris menjadi hamparan lahan yang diselimuti lumpur dan sisa gelondongan kayu.

Program Huntara merupakan bantuan dari Danantara melalui BUMN Peduli untuk membangun hunian layak bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh Tamiang. Bank Tabungan Negara (BTN) bersama BUMN lainnya dibawah Danantara Indonesia mendukung pembangunan Huntara dalam rangka mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang terkena dampak banjir.

“Sebelum ini, kami tinggal di tenda saat banjir. Paling bisa tidur 3 jam aja, sudah gitu melamun saja memikirkan kemana nanti kami tinggal ya karena rumah sudah hanyut. Mau Salat, mau ambil air bersih dimana. Mau buang air kecil dan besar juga bingung. Dulu lagi, waktu kami sempat tidur di tenda milik truk selama 4 hari lah, kami jadikan tempat tidur, walau kami tidur seperti timpan di dandang (kue khas Aceh). Kemudian kami dipindahkan ke posko tenda darurat selama satu bulan, terus kami dipindahkan ke sini (Huntara),” katanya.

Ramadan tiba, seolah menjadi berkah bagi Rita dan Mujimin. Meski kehilangan harta benda, dirinya tetap bersyukur, Huntara seolah mengembalikan kehidupan barunya pasca bencana. Termasuk saat Ramadan tahun ini, Huntara tidak hanya menghadirkan ketenangan dan kenyamanan tempat berteduh, namun menata kembali asa, masa depan ia dan anak-anak mereka.

“Kita kan sudah dapat hunian seperti ini, walaupun sementara senang kita kan dek, apalagi saat bulan puasa gini kan. Sujud syukur kakak ini loh. Ya Allah, inilah balasan untuk saya walau rumah saya hanyut. Barang saya memang sudah hanyut, tapi diganti lain sama Allah. Alhamdulillah dan bersyukur akhirnya punya tempat tinggal di sini. Tempat tidur dan kipas angin sudah ada di sini. Kemudian lemari itu, ada selimut dan tilam,” kata wanita yang dulu juga berprofesi sebagai pedagang rumahan keripik pedas.

Tak jauh dari Blok 2 Huntara, saya menyambangi Nurita, salah satu korban bencana yang kini menetap di blok 3 Huntara. Kehadiran Huntara tentu sangat berdampak bagi ia dan kelima anaknya. Nurita mengaku, saat bencana terjadi, rumah kontrakannya tersapu bersih oleh derasnya arus banjir yang mengalir dari muara Sungai Tamiang.

“Alhamdulillah, jauh lebih baik ketimbang masa dulu kami di tenda pengungsian. Kalau di tenda pengungsian dulu sangat panas, banyak debu, sudah gitu sakit-sakit banyak warga di sana. Terima kasih banyak kepada pemerintah kami, terutama kepada bapak Prabowo,” katanya.

Kehilangan rumah, bukan berarti membuat Nurita patah arang. Justru, di lokasi Huntara tersebut dirinya mampu menyambung biaya hidup dengan dagangan jajanan, meski mengumpulkan satu demi satu lembar kertas ribuan. Setidaknya, hasil jualan yang ia lakukan bisa membuat perut kelima anak dan satu cucunya tidak kelaparan.

“Kekginilah dek, kalau gak jualan, kami mau makan apa? Anak saya lima. Cucu saya satu, ini pun satu janda. Saya juga janda sudah 10 tahun dan pernah ke Malaysia dua kali untuk melunasi hutang-hutang dan habis kontrak saya kemari,” ujar ibu yang sudah memasuki usia lansia.

Dulunya, Nurita bercerita hanya mengandalkan rumah kontrakan sepetak. Maklum, dirinya hanya mampu membayar kontrakan seharga Rp 250 ribu per bulan. Meski tidak begitu mahal, biaya tersebut justru terbilang tak murah bagi ekonomi keluarganya. Beruntung, Huntara menghadirkan harapan baru bagi keluarganya kini.

“Sejak kami pindah di Huntara ini, Alhamdulillah kali dan syukur kali. Walaupun hanya disediakan sepetak untuk ruangan tidur, kami ada dapur umum masak bareng-bareng. Pertama kali datang, kami juga disediakan minyak, kompor gas, dandang, wajan dan bersyukur kali memang,” ucapnya dengan senyum sumringah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung lokasi pembangunan Huntara pada Kamis, 1 Januari 2026. Pembangunan yang telah dimulai pada Kamis, 24 Desember 2025, telah terbangun 600 unit lebih yang telah diserahkan sejak 8 Januari 2026. Huntara yang menjadi salah satu solusi hunian jangka pendek bagi masyarakat terdampak bencana di targetkan 15.000 unit Huntara bisa terbangun untuk bencana Sumatera.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan BTN berperan aktif dalam mendukung Danantara dan pemerintah untuk konsisten membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di Sumatera, termasuk di Aceh Tamiang.

“Kami sangat mendukung upaya dari Danantara melalui BUMN Peduli untuk membangun Hunian Layak bagi masyarakat Aceh Tamiang. BTN bersama BUMN lainnya di bawah Danantara Indonesia akan terus membantu mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang terkena dampak banjir dengan terus mendukung pembangunan Huntara,” ucap Nixon saat meninjau lokasi pembangunan Huntara.

Dikatakan Nixon, Huntara merupakan hunian yang mengutamakan kenyamanan bagi para korban bencana, sambil menunggu Hunian Tetap (Huntap) yang akan dibangun pemerintah. Huntara memiliki fasilitas yang lengkap dan baik, seperti kondisi akses air bersih, sanitasi yang layak, klinik, serta aliran listrik yang cukup. Huntara juga memiliki fasilitas pendukung bagi anak-anak seperti taman bermain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....