Wakil Kepala BGN Tegaskan MBG Tidak Berhenti di Bulan Ramadan
- 17 Feb 2026 11:18 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, menyampaikan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) masih berlangsung secara bertahap dan terus diperluas. Ia juga menegaskan program MBG tetap berjalan selama bulan Ramadan.
“Ramadan tidak dijadikan alasan untuk program MBG berhenti, karena asupan gizi itu tidak boleh berhenti. Hanya polanya berbeda, untuk peserta didik bisa dibagikan dalam bentuk makanan kering,” ujar Sony usai meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin 16 Februari 2026.
Sony menjelaskan jenis makanan kering yang dapat dibagikan selama bulan Ramadan. Ia juga mengatakan makanan harus diutamakan produk UMKM.
"Misalkan proteinnya dalam bentuk kering, proteinnya misalkan telur rebus, telur asin, dendeng, abon. Karbohidratnya bisa dari kue-kue yang dibuat yang tentu saja diutamakan berdasarkan hasil dari UMKM. Buahnya yang berkulit, seperti pisang, jeruk, salak, untuk yang porsi besar ya," ucapnya.
Sony juga menyebut variasi menu tetap harus memperhatikan aspek gizi dan keamanan. Serta penyesuaian menu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana di lapangan.
“Itu juga tantangan untuk ahli gizi dan jurutama masak. Ketika anak-anak ingin dimsum, bagaimana cara membuat dimsum yang baik, sehat, dan aman. Tetap memperhatikan kandungan gizi, apakah sesuai dengan kebutuhan," kata Sony.
Ia menuturkan, saat ini jumlah SPPG baru mencapai 24.500, dan masih ada yang sedang berproses sekitar 12.000.
"Jadi mudah-mudahan kita bisa secepatnya cover semua,” kata Sony.
Terkait layanan SPPG, Sony menyebut secara umum sudah berjalan dengan baik meski masih ada yang perlu disempurnakan. Termasuk ada beberapa memang yang perlu disempurnakan.
"Dan saya akan ingatkan terus SPPG ini untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Sony mengatakan tahun ini BGN akan menerapkan sistem penilaian atau grading untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG.
“Tahun ini kita melakukan grading. Akhir tahun kita akan mendapatkan SPPG grade A, grade B, grade C, bahkan ada yang di-drop out karena tidak sesuai dengan spesifikasi,” ucapnya.
Dalam kunjungannya ke SPPG UMSU, Sony menuturkan manfaat program telah dirasakan masyarakat seperti dampak sosial ekonomi dari SPPG.
"SPPG UMSU saat ini meskipun baru melayani 1.539 penerima manfaat, keberadaannya telah dirasakan oleh masyarakat. Bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi SPPG ini telah menyerap 47 tenaga kerja yang berasal dari desil 1 dan desil 2” kata Sony.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....