SRMP 2 Medan Terapkan Sistem Pendidikan Multi-Entry

  • 31 Jan 2026 12:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Wakil Kepala Sekolah Bidang Keasramaan SRMP 2 Medan, Denny Sugara Siagian, mengatakan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan menerapkan sistem pendidikan multi-entry dan multi-exit sebagai upaya membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah.

“Sekolah rakyat tetap berhubungan dengan kurikulum nasional, namun memiliki perbedaan dalam penerapannya, salah satunya melalui sistem multi-entry dan multi-exit,” ujar Denny kepada RRI, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, meskipun mengacu pada kurikulum nasional, Sekolah Rakyat memberikan fleksibilitas dalam penerimaan peserta didik serta penyesuaian proses belajar sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa.

“Kalau sekolah biasa kan masuknya harus di waktu tertentu. Di sekolah rakyat ini berbeda, karena multi-entry dan multi-exit. Artinya siswa bisa masuk kapan saja dan menyelesaikan pendidikan sesuai kemampuan dan latar belakang belajarnya,” ucapnya.

Denny menyebutkan, terdapat siswa yang sebelumnya telah berada di jenjang akhir SMP namun terpaksa putus sekolah. Di SRMP 2 Medan, siswa tersebut tidak langsung diseragamkan, melainkan dilakukan penyesuaian kelas dan materi pembelajaran dengan mempertimbangkan usia serta kemampuan akademik.

“Ada siswa yang sudah pernah kelas tiga, tapi karena putus sekolah dan usianya sudah 17 tahun, maka dilakukan penyesuaian. Kurikulumnya tetap nasional, tetapi pendekatannya berbeda,” ujarnya.

Menurut Denny, pendidikan berbasis karakter menjadi fondasi utama Sekolah Rakyat dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Ia menilai kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan integritas.

“Tidak apa-apa akademiknya tertinggal, itu masih bisa dikejar. Tapi kalau karakter, itu yang sulit diubah. Karena itu pendidikan karakter menjadi sangat penting agar ke depan lahir generasi yang berakhlak dan anti korupsi,” katanya.

Ia berharap, melalui sistem pendidikan yang inklusif dan berbasis karakter tersebut, Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk tumbuh menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....