Magnet Rest Area Travoy, Persinggahan Ramah Anak, Suguhkan Keteduhan Mudik

  • 14 Apr 2026 15:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Serdang Bedagai - Lebaran memang belum usia, tapi kami harus merehatkan sejenak untuk silaturahmi. Kami harus melanjutkan tugas peliputan arus balik lebaran, tepatnya pada Jumat, 27 Maret 2026, atau H+6 lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Tepat pada Pukul 08.15 WIB, dengan mengendarai mobil dinas, kami memulai perjalanan melalui Gerbang Tol Helvetia. Dengan memanfaatkan aplikasi Travoy, kami memantau pagi itu lalu lintas di Ruas Tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi (MKTT) tampak ramai lancar.

Menempuh jarak kurang lebih 1 jam atau berjarak hampir 72 kilometer, kami sampai di rest area Travoy Kilometer 65 A Ruas Tol MKTT. Suasana memang tak biasa, keramaian masyarakat khususnya bagi mereka yang hendak balik ke sejumlah provinsi masih terlihat.

Beberapa kantung parkir di rest area tersebut tampak dipadati kendaraan, yang didominasi kendaraan pibadi. Masyarakat tampak lalu lalang baik untuk rehat sejenak menikmati makanan atau hanya sekadar merebahkan badan.

Keterangan Foto: Penggunaan aplikasi Travoy. (Foto: RRI/ Aan Turnip)

Tepat di koridor persinggahan di salah satu minimarket makanan siap saji, Rifki Siregar tampak lahap menikmati makanan mie instan. Sambil mempersiapkan peralatan liputan, kami menyambangi mereka.

Ditemani kedua adik dan orang tuanya dan sambil duduk bersanggah kursi dan meja, remaja berusia 10 tahun itu tampak malu tersipu-sipu saat kami mencoba mengulik cerita tentang perjalanannya.

“Suka dan cantik sama gambarnya karena menarik. Warnanya juga pas. Ada gambar kapalnya, ada istana maimunnya, ada mobilnya. Bersih (kursinya),” ujar anak sulung dari Ali Siregar, saat ditemui RRI di lokasi rest area travoy.

Keterangan Foto: Salah satu resto di Rest Area Travoy KM 65 A Ruas Tol MKTT. (Foto: RRI/Aan Turnip)

Salah satu Koridor tenant resto yang mereka singgahi tampak dikelilingi goresan warna dengan berbagai jenis gambar yang ramah bagi anak-anak seusia Rifki. Mural yang tergores di tiap dinding koridor, menyuguhkan berbagai warna kendaraan mobil dan destinasi wisata seperti Danau Toba dan Istana Maimun turut memberikan sensasi spesial bagi Rifki dan keluarga.

Ali Siregar yang merupakan ayah dari Rifki, mengaku dirinya dan anak-anak hendak memanfaatkan libur lebaran ke Kota Pematangsiantar untuk berwisata. Bagi Ali Siregar, rest area Travoy yang saat ini dikelola oleh PT Jasamarga Related Business (PT JMRB) seakan menjadi persinggahan perjalanan yang menyenangkan dan ramah bagi ketiga anaknya.

“Kalau saya rasa, sudah lebih baguslah fasilitas dari yang biasa kemarin ini belum ada (tempat rest travoy) dan ini bagus. Suka nengok gambar-gambar ini kan, senang mereka kan,” kata bapak anak tiga tersebut.

Keterangan Foto: Petugas PT Jasamarga Related Business (PT JMRB) saat memberikan pengumuman bagi para pengunjung.

Di tengah koridor, berbagai layanan fasilitas rest area travoy turut memanjakan bagi pengguna jalan. Selain tenant resto, rest area travoy juga menyediakan pelayanan travoy ATM Center, kursi pijat, tenant UMKM, serta minimarket.

Selain itu, berbagai sarana dan prasarana seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)., musala, serta toilet gratis juga turut memberikan kenyamanan bagi mereka.

Sensasi lokasi rest area travoy juga membentang luas di deretan minimarket yang berada di dekat dengan area lokasi parkir utama. Berbagai tenant UMKM dan resto menyajikan berbagai menu dengan selera beragam pula dari pengunjung.

Fenomena ini lantas menjadi liputan utama bagi kami pada arus balik kali ini. Aplikasi Travoy ternyata memberikan kebermanfaatan bagi para pengguna jalan.

Muhammad Nazir, Warga asal Kabupaten Deli Serdang yang hendak berlibur menuju ke wisata Danau Toba mengaku sangat puas dengan kebersihan dan kenyamanan lokasi rest area Travoy. Termasuk sangat ramah untuk kedua putra putrinya yang turut libur lebaran.

“Enak pak, tadi kami istirahat di sini enak dan bagus. Tempatnya enak untuk anak-anak juga untuk sarapan pagi atau duduk-duduk. Rencana kami mau ke pematangsiantar lihat Danau Toba, yang jelas mau liburan,” ucapnya.

Berkendara dari ruas Tol Semayang, Nazir mulai melakukan perjalanan pagi itu, karena kondisi jalan masih belum padat meski sudah memasuki puncak arus balik. Informasi lalu lintas ia peroleh melalui fitur CCTV real time yang ada di aplikasi Travoy.

“Bagus pak (Travoy), informasinya bagus, informasinya banyak terkait program ini. Mulai dari tarif, CCTV nya, dan kalau ada kendala di jalan ada aplikasi ini bisa kita hubungi pihak travoy. Ke depan Travoy ini lebih baguslah pak, kalau untuk kami pengguna jalan itu lebih bisa membantu lah. Kadang kami tak tahu arah bisa share melalui aplikasi ini,” ujar warga asal Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Keterangan Foto: Regional Head VI PT Jasamarga Related Business (PT JMRB), David Perkasa Batubara saat sosialisasi aplikasi Travoy kepada Nazir dan keluarga. (Foto: RRI/ Aan Turnip)

RAMAH BAGI KENDARAAN LISTRIK

Tidak hanya resto dan tenant UMKM, rest area travoy KM 65 ruas tol MKTT juga menyediakan sejumlah fasilitas umum, seperti nozzle SPBU dan SPKLU. Ini pula yang membuat sejumlah pengendara memanfaatkan momen singgah untuk mengisi bahan bakar kendaraan.

Martin Sitinjak, pemilik mobil listrik mengaku sangat terbantu dengan adanya SPKLU di rest area travoy. Warga asal Kota Medan tersebut merasa keberadaan SPKLU sebagai magnet untuk memastikan perjalanan jarak jauh tetap aman.

“Semenjak ada rest area 65 A ini membuat pengisian baterai, terlebih kami pengguna jalan sangat terbantu kali. Kalau selaku kami pemilik mobil listrik, rest area ini memang sangat membantu sebagai pengecasan di rest area ini. Kondisinya nyaman, kenyamanan terjamin, kebersihan, dan ketertiban. Apalagi, saat ini masa-masa arus mudik sangat terjangkau, aman, dan terkendali,” kata lelaki berusia 48 tahun itu.

Tak lama berselang, kami mencoba menyambangi pihak PT Jasamarga Related Business (PT JMRB), selaku pengelola rest area travoy. Kami pun menyambangi tim mereka di ruangan control yang saat itu memang sedang stand by di lokasi.

Keterangan Foto: Martin Sitinjak, pemilik mobil listrik saat mengisi daya di SPKLU di rest area travoy KM 65 A. (Foto: RRI/ Aan Turnip)

Regional Head VI PT Jasamarga Related Business (PT JMRB), David Perkasa Batubara mengatakan selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini, pemanfaatan SPKLU dan SPBU menjadi magnet bagi para pengunjung. Bahkan, rata-rata setiap sejam sekali, hilir mudik kendaraan memadati SPBU dan SPKLU rest area travoy.

“Hampir setiap jam ada mobil listrik yang singgah untuk mengisi daya. Apalagi saat puncak arus mudik dan balik tahun ini, kepadatan juga terlihat di berbagai fasilitas seperti SPBU dan SPKLU,” ujarnya.

Di lokasi rest area travoy tersebut pihaknya juga menempatkan petugas pemantau CCTV. Petugas melakukan monitoring melalui ruangan monitor yang terintegrasi dengan aplikasi Travoy.

“Di sini, ada CCTV untuk rest area, baik di koridor tengah ruang publik dan ritel, juga ada di area parkir. CCTV ini selain untuk keamanan, ini juga berguna bagi kami untuk memantau kepadatan atau area mana yang bisa dimanfaatkan untuk slot parkir. Serta mengantisipasi jalur masuk dan keluar terkunci di rest area,” ucap Abdul Hadi.

Keterangan Foto: Lokasi area parkir yang disediakan di rest area Travoy KM 65 A Ruas Tol MKTT. (Foto: RRI/ Aan Turnip)

LAYAR TRAVOY, LINTAS MUDIK NYAMAN

Direktur Utama PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JKT) Thomas Dwiatmanto mengatakan rest area travoy yang terintegrasi dengan aplikasi travoy, pengguna jalan bisa mendapat informasi secara detail untuk perencanaan perjalanan. Mulai dari memantau kepadatan jalan melalui fitur CCTV yang secara real time bisa dipantau melalui aplikasi travoy.

“Aplikasi travoy ini bisa digunakan oleh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan pengguna jalan, baik mudik ataupun balik maupun dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Misalnya, menggunakan jalan alternatif baik jalan tol atau arteri karena bisa melihat langsung melalui CCTV yang realtime,” kata Thomas.

Adapun beberapa fasilitas dan sarana prasarana yang tersedia di rest area travoy kilometer 65 A dan 65 B, antara lain toilet dan sanitasi, minimarket, tempat ibadah, dan bengkel. Termasuk SPBU dan SPKLU. “Memastikan berapa tarif yang dilakukan ketika hendak melintas dari satu gerbang tol ke gerbang tol exitnya. Sehingga semua bisa terencana dan memastikan kepastian saldo karena dengan tahu tarif, kita bisa menyediakan saldo yang tersedia sehingga tanpa kendala saat lakukan transaksi,” ujarnya.

Keterangan Foto: Suasana antrean di SPBU rest area Travoy KM 65 A Ruas Tol MKTT. (Foto: RRI/Joko Saputra)

Thomas mengatakan, sejuah ini aplikasi Travoy sangat membantu bagi para pengguna jalan, terutama untuk mengetahui pelayanan maksimal di lokasi rest area travoy. Namun, imbas dari itu semua para pengelola resto hingga UMKM juga merasakan dampak omzet penjualan.

“Fasilitas yang kami sediakan adalah yang pasti tempat parkir dan kami memastikan kendaraan yang akan masuk ke rest area pastikan terpenuhi parkirnya. Kami juga menambah jumlah personel untuk untuk mengatur parkirnya yang bekerja sama dengan Polres Sergai, PJR, serta tim jasa marga toll road operator dan pengelola rest area jasa marga related business,” ucapnya.

Keterangan Foto: Sejumlah kendaraan melintas di pintu masuk rest area Travoy KM 65 B Ruas tol MKTT. (Foto: RRI/ Aan Turnip)

Lokasi rest area Travoy KM 65 A dan 65 B dilengkapi dengan 30 nuzzle SPBU, baik BBM jenis pertalite maupun bio solar. Kemudian menyediakan 2 nozzle SPKLU untuk melayani pengguna jalan menggunakan mobil listrik.

Bagi pengendara, aplikasi Travoy bukan sekadar sebagai lalu lintas informasi, justru menjadi ‘Polisi’ pengendara untuk memastikan kesiapan dan keamanan selama melakukan perjalanan. Aplikasi Travoy sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, baik datang sebagai tamu terjauh maupun sekadar singgah untuk menikmati sensasi berkendara di jalan tol.

Setelah selesai mengumpulkan bahan peliputan, kami mencoba rehat sejenak di salah satu minimarket untuk melepaskan dahaga sedari tadi. Tak lama berselang, kami pun beranjak dari rest area KM 65 A, mulai perjalanan pulang ke Medan. Umbul-umbul dan gapura Travoy KM 65 B pun turut melepas kepulangan perjalanan kami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....