Pengibaran Bendera Dari Laut di Manado, Simbol Nasionalisme

  • 19 Agt 2024 15:29 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Pesisir Pantai Malalayang menjadi saksi momen bersejarah saat Bendera Merah Putih dikibarkan dari bawah laut hingga capai kepermukaan laut saat lagu Indonesia Raya selesai berkumandang dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Kegiatan yang unik dan penuh makna ini diinisiasi oleh SMA Negeri 8 Manado, bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, serta didukung penuh oleh TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan berbagai lembaga terkait lainnya.

Acara ini melibatkan 55 siswa dari berbagai sekolah di Manado, termasuk SMA Negeri 8 Manado, SMA Kristen Eben Haezar, dan SMK Negeri 1 Manado. Tak hanya para siswa, 15 anggota kepolisian dan 15 personel TNI juga turut ambil bagian dalam momen penting ini. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah partisipasi seorang penyelam termuda berusia 10 tahun, Kyrie Eleison Siwu, siswa SD Advent Amurang, yang diberi kehormatan untuk membawa Bendera Merah Putih.

"Saya sangat senang dan bangga mendapat kesempatan ini. Saya ingin terus belajar menyelam dan mengembangkan kemampuan saya," ujar Kyrie dengan antusias.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif yang diambil oleh para siswa dalam memperingati Hari Kemerdekaan dengan cara yang begitu kreatif dan berani.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi yang tinggi kepada para siswa yang berinisiatif melakukan pengibaran bendera di laut. Ini bukan hanya menunjukkan semangat nasionalisme yang kuat, tetapi juga keberanian dan kreativitas generasi muda kita," kata Mangala.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme, tetapi juga menanamkan jiwa patriotisme pada para peserta yang merupakan penerus bangsa. Mangala berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak siswa dan elemen masyarakat.

Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, menekankan bahwa keberhasilan acara ini adalah hasil dari sinergi berbagai pihak.

"Kami, BPMP Provinsi Sulawesi Utara Kemendikbudristek, bekerja sama dengan SMA Negeri 8 Manado, dan didukung penuh oleh orang tua siswa, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta berbagai UPT Kemendikbudristek, seperti Balai Guru Penggerak dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17. Kolaborasi yang kuat ini telah menghasilkan inovasi yang unik dan bermakna," jelas Febry.

Lebih lanjut, Febry menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya dirancang untuk memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan siswa. SMA Negeri 8 Manado, yang merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama dan mendukung penuh kurikulum Merdeka Belajar, menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari ekstrakurikuler unggulannya, yakni olahraga selam.

Penyelenggaraan acara ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dalam aspek teknis. Marten Meruntu, pelatih olahraga selam SMA Negeri 8 Manado, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah mendirikan tiang bendera di dasar laut.

"Beberapa hari sebelum pelaksanaan, tiang bendera beberapa kali patah saat dipasang di dasar laut. Namun, semangat kami tidak surut, dan akhirnya kami berhasil menyelesaikan tugas ini," ujarnya.

Bendera Merah Putih yang dikibarkan juga dijahit khusus untuk momen ini, menambah kesakralan dan keunikan acara tersebut. Pengibaran dilakukan di kedalaman 15 meter, di mana setelah lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang, bendera dengan gagah mulai muncul ke permukaan laut.

Selain sebagai bentuk cinta tanah air, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik pariwisata baru di Sulawesi Utara, mengingat potensi alam bawah lautnya yang luar biasa. Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, menyatakan harapannya agar kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap budaya dan kekayaan alam Indonesia.

Rekomendasi Berita