Pemerhati Ekonomi Kreatif: UMKM Kopi Keliling Butuh Penguatan Branding

  • 11 Mar 2026 08:56 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Fenomena coffee truck atau Kopi Keliling dinilai memberi peluang ekonomi bagi komunitas dan pelaku UMKM. Namun perubahan tren pasar dapat memicu kerentanan bagi pelaku usaha kecil.

Pandangan tersebut disampaikan Pemerhati Ekonomi kreatif Daniel Tampi saat menilai perkembangan usaha kopi bergerak. Ia menilai tren tersebut awalnya mendorong kolaborasi komunitas untuk membuka usaha bersama.

Dalam praktiknya, sebagian pelaku usaha memulai bisnis dengan modal bersama atau patungan komunitas. Cara itu muncul karena dorongan mengikuti tren usaha kopi bergerak yang sedang populer.

"Mungkin karena motivasi pertama itu ikutan, akhirnya membuat satu patungan dan lain-lain," ucapnya dalam dialog di rri beberapa waktu lalu.

Meski demikian, perubahan tren pasar dapat menimbulkan risiko bagi pelaku UMKM. Ketika minat konsumen bergeser, sebagian pelaku usaha kesulitan mempertahankan bisnisnya.

"Cuma kan memang setelah itu yang jadi tantangannya, ketika trend ini mulai bergeser, akhirnya pelaku-pelaku UMKM ini yang jadi korban," katanya menjelaskan.

Selain perubahan tren, Daniel menilai kualitas produk dan kapasitas produksi juga menjadi tantangan usaha. Pelaku UMKM sering menghadapi keterbatasan dalam menjaga kualitas sekaligus memenuhi permintaan pasar.

Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan branding bagi pelaku UMKM kopi. Menurutnya, banyak usaha fokus pada distribusi penjualan tetapi belum memikirkan model bisnis dan identitas merek.

Rekomendasi Berita