Nataru Dongkrak Trafik Pengunjung Ritel Modern Manado
- 08 Jan 2026 12:42 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Aktivitas jual beli di sejumlah ritel modern di Kota Manado mengalami peningkatan signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru. Hal ini dipengaruhi oleh karakter masyarakat Sulawesi Utara yang mayoritas beragama Kristen, sehingga perayaan Natal menjadi momen penting yang mendorong antusiasme belanja masyarakat.
Store Manager Freshmart Express Tikala Robert Nayoan mengatakan, setiap memasuki bulan Desember selalu terjadi lonjakan jumlah pengunjung dibandingkan hari-hari biasa. Antusiasme masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Natal dan Tahun Baru terbilang tinggi, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun keperluan perayaan.
“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, dari sisi trafik pengunjung kami mengalami pertumbuhan. Jumlah transaksi meningkat, dan itu mencerminkan semakin banyak orang yang datang berbelanja,” ujar Robert.
Ia menjelaskan, pihaknya menggunakan asumsi satu transaksi mewakili satu orang pengunjung, meskipun dalam praktiknya ada konsumen yang berbelanja lebih dari satu kali. Dari data transaksi tersebut terlihat adanya peningkatan jumlah pengunjung yang cukup nyata.
Meski demikian, Robert mengungkapkan bahwa nilai belanja atau market size cenderung stagnan, bahkan di beberapa kondisi mengalami penurunan. Hal ini berkaitan dengan kondisi ekonomi secara umum serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Secara trafik ada pertumbuhan, namun nilai belanja per orang relatif tetap atau menurun. Faktor efisiensi rumah tangga dan kondisi komoditas yang belum panen turut memengaruhi pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Robert menegaskan, secara keseluruhan Freshmart Express Tikala tetap mencatatkan pertumbuhan penjualan karena meningkatnya jumlah pengunjung. Namun, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi target perusahaan yang dibutuhkan untuk mendukung ekspansi dan penambahan modal usaha.
Ia juga menyoroti tantangan ke depan, khususnya pada tahun 2026, di mana salah satu komponen biaya terbesar adalah tenaga kerja. Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sekitar enam persen atau kurang lebih Rp200 ribu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha ritel.
Sementara itu, dari sisi ketersediaan dan harga bahan pokok, Robert memastikan stok relatif aman dan harga masih stabil. Komoditas seperti daging babi, ayam, dan sapi tersedia dengan baik, sementara harga cabai rawit berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram dan belum menunjukkan kenaikan signifikan.