[Hoaks!] Video Ledakan Diklaim Serangan Nuklir Israel

  • 13 Mar 2026 13:46 WIB
  •  Manado

RRi.co.id, Manado – Beredar di media sosial sebuah video yang diklaim sebagai dokumentasi pembangkit listrik tenaga nuklir Israel hancur akibat serangan Iran. Namun klaim tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan informasi menyesatkan.

Unggahan video tersebut muncul di akun Instagram “rigitrogot” pada Rabu, 4 Maret 2026.. Dalam unggahannya disertakan narasi yang menyebut ketegangan Iran dan Israel memuncak dengan klaim serangan terhadap reaktor nuklir, meski belum terverifikasi.

Hingga Kamis (12/3/2026), unggahan tersebut telah memperoleh ratusan tanda suka serta sejumlah komentar dari pengguna media sosial.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri video tersebut menggunakan fitur pencarian gambar Google Lens. Hasil penelusuran mengarah pada video lama yang diunggah di YouTube oleh kanal Arcorize berjudul “Explosion at Balakeya arms depot in Eastern Ukraine” pada 26 Maret 2017.

Video tersebut merupakan dokumentasi ledakan gudang senjata militer di Balakliya, Ukraina timur yang terjadi pada 2017.

Penelusuran lanjutan dengan kata kunci “ledakan gudang senjata Balakliya Ukraina 2017” juga mengarah pada laporan media internasional Task & Purpose yang menjelaskan peristiwa tersebut.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa ledakan besar terjadi di depot amunisi militer di kota Balakliya yang diduga dipicu kebakaran akibat sabotase. Depot tersebut diketahui menyimpan lebih dari 10.000 ton amunisi yang digunakan dalam operasi militer Ukraina dalam konflik dengan kelompok separatis sejak 2014.

Akibat rangkaian ledakan tersebut, sekitar 20.000 warga Balakliya harus dievakuasi, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Dengan demikian, video yang beredar bukanlah dokumentasi serangan Iran terhadap fasilitas nuklir Israel. Video tersebut merupakan rekaman peristiwa lama di Ukraina yang kemudian digunakan dalam konteks berbeda.

Tim pemeriksa fakta menyimpulkan bahwa klaim yang menyebut video tersebut sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir Israel yang hancur akibat serangan Iran adalah konten menyesatkan (misleading content).

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai video viral yang beredar di media sosial tanpa memeriksa sumber dan konteks aslinya.

Rekomendasi Berita