Strategi Perempuan Tak Bisa Diseragamkan
- 02 Mar 2026 17:17 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Tidak ada strategi tunggal yang dapat digunakan semua perempuan untuk menyeimbangkan pendidikan, karier, rumah tangga, dan kesehatan mental di era sekarang.
Hal itu disampaikan Tenaga Pendidik Universitas Sulawesi Barat, Sriwiyata Ismail, dalam Majalah Udara Pengarusutamaan Gender RRI Mamuju, Senin 2 Maret 2026. Dialog tersebut mengulas tantangan perempuan mengembangkan diri tanpa mengorbankan ruang pribadi di tengah tuntutan sosial yang terus meningkat.
Sriwiyata menilai, pertanyaan mengenai strategi ideal bagi perempuan merupakan persoalan kompleks karena bergantung pada konteks kehidupan masing-masing.
“Ini bukan pertanyaan yang mudah karena tidak ada satu strategi tunggal yang dapat bekerja untuk semua orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, situasi perempuan sangat beragam, mulai dari latar belakang keluarga, dukungan pasangan, hingga tekanan ekonomi dan beban domestik harian. Keragaman itu membuat pendekatan yang berhasil pada satu perempuan belum tentu relevan bagi perempuan lain di lingkungan berbeda.
Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah merumuskan strategi personal dengan mempertimbangkan kondisi rumah tangga, pekerjaan, serta kebutuhan kesehatan mental.
“Situasi dan kondisi yang kita hadapi itu berbeda-beda, jadi strategi yang digunakan juga perlu menyesuaikan,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya berbagi peran di rumah tangga yang didasarkan pada rasa saling menghargai dan dialog terbuka dengan pasangan. Pembagian peran yang adil dinilai menjadi fondasi utama agar perempuan memiliki ruang merancang strategi pengembangan diri yang realistis.
Sriwiyata menambahkan, kesadaran gender pada pasangan turut menentukan keberhasilan setiap strategi yang dijalankan perempuan. Dengan dukungan tersebut, perempuan dapat lebih leluasa menempuh pendidikan, berkarier, sekaligus menjaga keseimbangan kesehatan mental dan kehidupan keluarga.