Sempurnanya Pertaubatan dengan Menciptakan Lingkungan yang Baru

  • 14 Jul 2025 21:07 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Dalam sebuah perjalanan hidup, tidak ada jalan taubat yang tidak diperhitungkan oleh sang pencipta, Allah SWT. Dengan itu juga berbagai sudut pandang mendefenisikan sebuah taubat dengan cara dan yang berbeda.

Sejatinya jika berpegang pada Al-Qurán dan hadits, pertaubatan diartikan sebagai memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT dengan sesungguh-sungguhnya. Dalam artian mengakui dan menyesali segala perbuatan dosa yang telah dilakukan baik sengaja maupun dilakukan tanpa sengaja.

Pengakuan dan penyesalan dosa ini disertai dengan tekad kuat untuk tidak lagi mengulangi segala dosa yang pernah terjadi. Meskipun godaannya berat namun sebuah pertaubatan haruslah disertai dengan mental yang kuat untuk tidak lagi tergoda melakukan dosa dan maksiat.

Dalam Dialog bersama Rri Mamuju pada Minggu 13 Juli 2025, Dr. Nursalim Ismail yang merupakan narasumber pada program acara Mutiara Pagi menyebutkan bahwa manusia yang bertaubat dengan sesungguh-sungguhnya telah bersedia untuk tidak kembali kepada masa lalunya yang penuh dengan dosa. Dan ia juga telah siap untuk memulai hidup baru dengan berbagai amal kebaikan.

“Ketika manusia telah bertaubat maka ia terlebih dahulu harus mengakui segala dosa yang ia lakukan dihadapan Allah SWT. Kemudian ia memperlihatkan kepada Allah bahwa sungguh ia telah menyesalinya. Kemudian ia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi”. Tutur Dr. Nursalim.

Namun satu hal yang perlu diketahui, sulit untuk meninggalkan kebiasan dosa dimasa lalu jika kita tidak membentuk suasana dan lingkungan yang baru sebab lingkungan yang barulah yang akan mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

“Meninggalkan masa lalu sama dengan membuat hidup yang baru, dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru. Mencari dan menemukan teman-teman yang sholeh dan memahami ilmu agama dengan baik. karena bagaimana mungkin kita tidak mengulangi dosa-dosa dimasa lalu sementara kita tidak punya ilmu untuk menghindarinya, ilmu untuk memperkuat iman kita.” Ucap Dr. Nursalim.

Bertaubat adalah jalan membuka kasih sayang Allah. Setiap insan yang telah bertaubat haruslah memperdalam ilmu agama agar pertaubatan itu selurus dengan perubahan yang diciptakan. Perubahan yang membawa insan ini kepada rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Rekomendasi Berita