Gerakan Pangan Murah, Berikan Subsidi Harga Pangan jelang Lebaran
- 11 Mar 2026 13:21 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai komoditas pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga cabai dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Program ini menjadi langkah strategis untuk menekan potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dan diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga inflasi daerah tetap terjaga.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Pangan Daerah Sulbar, Bidasari mengatakan, pihaknya menyediakan sejumlah komoditas utama seperti beras premium, beras medium, hingga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Jadi kami menyediakan komoditi mulai dari beras. Beras premium ada Putri Duyung, kemudian beras medium Sinar Madinah, dan beras SPHP,” kata Bidasari saat ditemui di lokasi GPM Lapangan Ahmad Kirang Mamuju, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, total beras yang disiapkan dalam pasar murah tersebut mencapai 4,5 ton, terdiri dari dua ton beras premium, dua ton beras medium, serta setengah ton beras SPHP.
Menurutnya, sebagian besar komoditas yang dijual dalam kegiatan itu mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah, kecuali sayuran yang dipasok langsung oleh distributor.
“Kalau di kami semua itu disubsidi, kecuali sayur-sayuran yang memang distributor kami bantu untuk jualan di sini. Jadi yang dari distributor itu tidak disubsidi, seperti kol dan kentang,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai kecil, cabai keriting, telur, serta ayam potong dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Komoditas seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur, dan ayam potong itu disubsidi sehingga harganya sekitar 10 hingga 15 persen di bawah harga pasar,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulbar, Harsinah Suhardi menilai kegiatan pasar murah tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menurutnya, selisih harga yang diberikan melalui subsidi dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli kebutuhan lainnya.
“Karena ini kan membantu sedikit beban masyarakat. Misalnya beras premium 10 kilogram di pasar tradisional sekitar Rp165 ribu, di sini dijual Rp138 ribu. Jadi ada selisihnya,” kata Harsinah.
Ia menambahkan, selisih harga tersebut dapat digunakan masyarakat untuk membeli kebutuhan lain seperti cabai atau bawang.
“Kalau dia beli beberapa macam kebutuhan di sini, selisihnya bisa dipakai untuk beli cabai, bawang merah, atau bawang putih,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan pasar murah ini dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.