Bukan Sekadar Menahan Lapar, WBP Lapas Perempuan Mamuju ‘Bedah’ Rahasia Kedisiplina
- 12 Mar 2026 11:35 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Aula Ismail Shaleh menjadi saksi bisu transformasi spiritual para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas III Mamuju. Menggandeng Kementerian Agama (Kemenag), pihak Lapas menggelar penyuluhan bertajuk “Puasa Melatih Kedisiplinan” pada Senin 9 Maret 2026.
Kegiatan rutin ini bertujuan membekali WBP dengan pemahaman bahwa ibadah puasa bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan instrumen vital dalam membentuk karakter dan kendali diri.
Dalam pemaparannya, Syamsul Alam Arsyad menekankan bahwa puasa adalah madrasah kedisiplinan. Para warga binaan diajak untuk memahami cara mengatur waktu, menahan emosi, serta memperbaiki perilaku sosial sebagai bentuk peningkatan ketakwaan.
"Puasa mengajarkan kita untuk patuh pada aturan Tuhan. Jika aturan ibadah saja bisa ditaati, maka kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih mudah terbentuk," ujar Syamsul Alam .
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Mamuju, Reva Shilvia Devi, menegaskan pentingnya pembinaan mental ini sebagai bekal pasca-masa tahanan. Saat dikonfirmasi oleh RRI pada Kamis 12 Maret 2026, Reva menyebutkan bahwa kedisiplinan adalah kunci utama reintegrasi sosial.
"Kami ingin para warga binaan mengambil nilai positif dari puasa untuk melatih kesabaran dan sikap yang lebih baik. Harapannya, saat kembali ke masyarakat nanti, mereka telah memiliki mentalitas baru yang lebih tangguh dan disiplin," ungkap Reva.
Kegiatan yang didampingi langsung oleh petugas pembinaan ini berjalan tertib dan khidmat. Melalui sinergi berkelanjutan dengan Kemenag, Lapas Perempuan Mamuju berkomitmen terus menghadirkan program yang mampu menyentuh sisi spiritual demi perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih positif.