UMKM Majene Butuh Manajemen, Bukan Hanya Modal Tambahan
- 12 Mar 2026 12:24 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pelaku UMKM di Majene dinilai lebih mendesak memperbaiki manajemen usaha dibanding hanya mengejar tambahan modal agar benar-benar mampu naik kelas.
Fasilitator Rumah BUMN Majene, Muhammad Wais, menyebut mayoritas ekonomi Indonesia digerakkan UMKM, namun banyak masih lemah pada sisi pengelolaan bisnis sehari-hari.
“Kurang lebih 97 persen perekonomian itu UMKM, menyerap lebih 90 persen tenaga kerja, jadi yang mayoritas inilah yang harus dikuatkan,” ujar Wais.
Ia mencontohkan masih banyak pelaku usaha yang fokus mencari bantuan modal, sementara pencatatan keuangan, legalitas, hingga pemasaran belum tertata dengan baik dan terukur.
“Tidak serta-merta kalau sudah diberikan modal lantas semua beres, kalau manajemennya belum dibenahi, modalnya bisa tidak terkelola dengan baik,” kata Wais menjelaskan.
Barista Kafe NeoAlternative, Muhammad Kadri, mengakui tantangan terbesar usaha kecil bukan hanya dana, tetapi juga konsistensi kualitas produk dan keberlanjutan pasokan bahan baku.
Menurutnya, pendampingan dari Rumah BUMN membantu pelaku UMKM muda memahami pentingnya manajemen, sehingga tidak sekadar ikut tren usaha tanpa perencanaan jangka panjang yang jelas.
Dengan penguatan manajemen melalui pelatihan dan kurasi, pendamping berharap UMKM Majene mampu memanfaatkan akses modal yang tersedia dan bertahan menghadapi persaingan pasar yang kian ketat.