THR Datang, Waspada Sudden Wealth Syndrome!

  • 03 Mar 2026 12:26 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju Setelah kurang lebih sebulan menunaikan ibadah puasa, insentif Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi hal yang paling dinanti para pekerja, namun di balik euforia itu ada fenomena psikologis yang perlu diwaspadai yakni sudden wealth syndrome atau sindrom “kaget uang”.

Fenomena ini terjadi ketika seseorang menerima uang dalam jumlah lebih besar dari biasanya seperti bonus atau THR yang membuat seseorang terdorong mengambil keputusan finansial secara impulsif.

Secara psikologis, banyak orang menganggap THR sebagai “uang tambahan” dan bukan bagian dari penghasilan rutin. Hal ini mengakibatkan munculnya pola pikir, “Ini rezeki ekstra dan boleh dihabiskan.”

Dalam ilmu perilaku keuangan, kondisi ini dikenal sebagai erig mental accounting, yaitu kecenderungan mengelompokkan uang berdasarkan sumbernya.

Uang gaji terasa harus dikelola hati-hati, sementara uang bonus terasa lebih bebas dibelanjakan. Ditambah suasana diskon, kebutuhan mudik, parcel dan tekanan sosial, THR bisa habis dalam waktu singkat.

Beberapa tanda kaget uang antara lain belanja impulsif, membeli barang di luar kebutuhan, mentraktir berlebihan, hingga tidak menyisihkan tabungan sama sekali. Setelah Lebaran, euforia berubah menjadi stres karena saldo menipis, bahkan muncul istilah “Tunjangan Habis Lebaran”.

Agar dompet tetap tenang setelah Lebaran, buatlah alokasi sebelum THR cair dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, sisihkan untuk tabungan atau dana darurat dan tetapkan batas belanja serta berbagi sesuai kemampuan.

Lebaran memang momentum kebahagiaan, namun bukan berarti konsumsi Anda menjadi berlebihan.

Rekomendasi Berita