Kodam XXIII/Palaka Wira Bangun 20 Jembatan Mulai Bulan Depan
- 10 Mar 2026 09:29 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Kodam XXIII/Palaka Wira menargetkan pembangunan 20 Jembatan Garuda setiap bulan untuk wilayah kerjanya, Sulawesi Tengah dan Barat, mencakup juga Mamuju. Kebijakan ini dimulai bulan depan dan ditargetkan mempercepat konektivitas desa-desa terpencil.
Hal tersebut disampaikan Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar saat meresmikan Jembatan Panikki di Desa Bonda, Papalang, Senin 9 Maret 2026. Peresmian itu juga menandai launching 200 titik Jembatan Garuda bertema “TNI AD Hadir Untuk Rakyat”.
Ia menjelaskan, program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional membangun jembatan di daerah-daerah terkecil di Indonesia.
“Di kodam atau di kodim pada khususnya, dialokasikan 20 jembatan per bulan mulai nanti bulan depan,” ujar Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Menurut Pangdam, tahap pertama program di Sulawesi Barat dipusatkan di Kabupaten Mamuju, salah satunya di Desa Bonda yang telah lama mengusulkan pembangunan jembatan. Kebutuhan jembatan di desa ini disebut sudah diperjuangkan warga sekitar 10 tahun dan baru terjawab melalui program TNI AD.
“Tadi bapak kepala desa menyampaikan bahwa 10 tahun ini berproses, hari ini cita-cita dan keinginan masyarakat sudah bisa terjawab,” tambahnya.
Pangdam meminta pemerintah daerah segera mengomunikasikan titik-titik jembatan lain yang belum masuk inventarisasi Kementerian Dalam Negeri. Usulan tersebut dapat disampaikan melalui Dandim dan Danrem agar bisa diselipkan dalam program pembangunan jembatan hingga akhir tahun, bahkan tahun depan.
Setiap bulan, 20 jembatan akan dikerjakan Koramil bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rasa memiliki masyarakat sekaligus memastikan jembatan menjawab kebutuhan riil warga desa.
Dengan adanya jembatan, kendala lama warga Bonda seperti kesulitan akses sekolah bagi anak-anak dan jalur distribusi logistik perikanan dari dusun ke pusat desa diharapkan teratasi. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa disebut bersinergi bersama TNI AD menyukseskan program Jembatan Garuda.