Irau, KKBM Tari, Gandrang, dan Siri’ Na Pacce

  • 17 Okt 2025 00:58 WIB
  •  Malinau

KBRN, Malinau : Atraksi budaya seperti tari gandrang bulo, tari paraga, tari lipa sabbe, paduan suara, dan tari pakkuru sumange berhasil memukau penonton. Kekompakan dan semangat kebersamaan tampak jelas dari setiap gerak dan irama yang ditampilkan. Itulah ayrakai budaya yang ditampilkan oleh Paguyuban Keluarga Besar Makassar (KKBM) Kabupaten Malinau menampilkan ragam seni dan budaya khas Makassar dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dan Irau ke-11 Kabupaten Malinau di panggung kesenian Padan Liu' Burung Malinau Kamis (16/10/2025) sore.

Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Keluarga Besar Makassar atas penampilan yang luar biasa. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Makassar yang telah mengambil bagian dan menampilkan seni budayanya dengan luar biasa,” ujar Bupati Wempi.

Tampilan seni dan budaya Makassar tahun ini menghadirkan banyak hal baru yang menarik. Lebih dari sekadar hiburan, penampilan tersebut mencerminkan kekompakan dan kebersamaan keluarga besar Makassar di Bumi Intimung.

Bupati Malinau juga menyinggung nilai luhur yang dipegang oleh masyarakat Makassar, Yaitu “Siri’ Na Pacce”. Menurutnya, nilai tersebut mencerminkan kehormatan, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat tolong-menolong sikap yang sangat relevan dalam menjaga persatuan dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

“Siri’ adalah kehormatan dan harga diri, sedangkan Pacce adalah rasa empati dan keinginan untuk menolong sesama. Nilai inilah yang harus terus kita jaga, pelihara, dan amalkan,” katanya.

Wempi juga mengajak seluruh warga Malinau untuk terus merawat persatuan dan kesatuan yang telah terjalin, serta menjaga kelestarian budaya sebagai identitas bersama. Bupati mengingatkan masyarakat untuk terus menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi tuan rumah yang baik bagi para tamu yang datang selama rangkaian IRAU berlangsung.

“Mari kita sambut tamu dengan damai dan penuh sukacita, agar mereka membawa cerita indah tentang persatuan dan keharmonisan di Kabupaten Malinau,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita