BPBD Malinau Minta Mitigasi Bencana dalam RDTR Perkotaan Dipeluas hingga 4 Aliran

  • 30 Sep 2026 21:43 WIB
  •  Malinau
RRI.CO.ID, Malinau — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau, Iwan Darma Yuana, meminta tim penyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan Malinau untuk memperluas cakupan mitigasi bencana.

Masukan strategis ini disampaikan Iwan dalam Rapat Konsultasi Publik penyusunan RDTR Kabupaten Malinau yang digelar di Ruang Intulun Kantor Bupati Malinau, Senin (28/9/2026).

Iwan menyoroti bahwa dokumen perencanaan isu strategis bencana selama ini cenderung hanya memfokuskan wilayah desa-desa di sepanjang tepian Sungai Sesayap. Padahal, cakupan alternatif luasan wilayah perkotaan yang sedang dirancang juga melintasi pemukiman warga di sepanjang Sungai Bengalon, Sungai Sembak Warot, dan Sungai Temendurut.

Sejumlah kawasan pemukiman seperti Desa Belayan, Desa Putat, hingga Desa Alap yang masuk dalam lingkup perencanaan RDTR juga berada tepat di tepian aliran sungai-sungai tersebut.

"Mohon cakupan mitigasi diperluas mencakup seluruh aliran sungai di wilayah perencanaan, bukan hanya satu sungai saja," tegas Iwan di hadapan tim penyusun dan peserta rapat konsultasi.

Minta Peninjauan Ulang Titik dan Jalur Evakuasi

Selain pemetaan potensi bencana di empat aliran sungai, BPBD Malinau turut menyoroti kesiapan sarana kedaruratan. Dalam dokumen RDTR lama, lokasi evakuasi utama ditetapkan di area seperti lapangan sepak bola dan Padang Liburuk, dengan jalur evakuasi yang memanfaatkan jalan utama.

Seiring bertambah dan bergesernya batas wilayah perencanaan perkotaan yang baru, BPBD meminta dilakukan peninjauan serta evaluasi ulang terhadap lokasi-lokasi tersebut. Evaluasi diperlukan untuk menentukan apakah perlu ada penambahan, pengurangan, maupun pergeseran titik evakuasi agar seluruh desa yang masuk dalam perencanaan memiliki akses ke tempat aman yang memadai.

Merespons masukan tersebut, tim penyusun RDTR Perkotaan Malinau mencatat seluruh usulan BPBD dan memastikan analisis mitigasi bencana ke depan akan mencakup seluruh kawasan di empat aliran sungai—Sungai Sesayap, Sembak Warot, Temendurut, dan Bengalon—beserta pemukiman warga di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....