Bangunan Sarang Burung Walet di Malinau Terbakar, Tersambar Petir
- 25 Jul 2026 14:26 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Sebuah bangunan sarang burung walet seluas 4 x 6 meter dengan tiga lantai di RT 06 Desa Malinau Hulu terbakar pada Jumat (24/7/2026) malam pukul 22.20 Wita.
- Kebakaran diduga dipicu oleh sambaran petir yang terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah permukiman Malinau Kota.
- Bangunan walet yang terbakar berlokasi tepat di belakang rumah warga di Gang Cendana, Kecamatan Malinau Kota.
RRI.CO.ID, Malinau - Sebuah bangunan sarang burung walet di RT 06 Desa Malinau Hulu, Gang Cendana, Kecamatan Malinau Kota, terbakar pada Jumat (24/7/2026) malam. Kebakaran yang terjadi di tengah kawasan permukiman itu diduga dipicu sambaran petir saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.20 Wita. Saat itu, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas bangunan walet berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan tiga lantai yang berada tepat di belakang rumah warga.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malinau, Rury Ahmad Sururie mengatakan, dari hasil informasi awal di lapangan, dugaan sementara kebakaran dipicu sambaran petir yang mengenai bagian atas bangunan.
"Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Kejadiannya saat hujan disertai petir semalam," ungkap Rury.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau menerima laporan kejadian pada pukul 22.23 Wita. Petugas kemudian mengerahkan personel dan armada dari Sektor Induk, Sektor Utara, dan Sektor Barat untuk melakukan pemadaman.
"Unit pertama tiba di lokasi sekitar tiga menit setelah laporan diterima dan langsung melakukan pemadaman serta penyekatan guna mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar lokasi," ucapnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, satu unit bangunan kayu sarang burung walet milik korban mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Peristiwa itu juga sempat memicu kepanikan warga karena lokasi bangunan berada di tengah kawasan permukiman yang padat. Kondisi lokasi yang sempit serta cuaca hujan lebat menjadi kendala dalam penanganan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan petir.
Warga juga diminta segera melaporkan kejadian kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....