Wabup Malinau Cek Dampak Banjir, Fokus Kondisi dan Kebutuhan Warga
- 19 Mar 2026 15:10 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Wakil Bupati Malinau meninjau langsung wilayah terdampak banjir untuk memastikan kondisi dan kebutuhan warga.
- Banjir musiman dipicu curah hujan tinggi dan pasang laut, merendam permukiman serta mengganggu aktivitas masyarakat.
- Pemerintah menyiapkan langkah cepat, memantau fasilitas umum, dan mendorong inovasi pembangunan tahan banjir.
RRI.CO.ID, Malinau - Wakil Bupati Malinau, Jakaria meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Malinau Utara dan Malinau Kota, Kamis (19/3/2026). Peninjauan difokuskan pada kondisi warga dan kebutuhan mendesak.
Titik yang dikunjungi meliputi permukiman warga dan ruas jalan di Desa Malinau Seberang serta Desa Malinau Kota, untuk memetakan langkah penanganan lanjutan. “Kami hari ini memastikan langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di Malinau merupakan banjir musiman akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu yang diperparah oleh pasang air laut. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan menggenangi sejumlah wilayah, termasuk Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Mentarang, dan Malinau Selatan Hilir.
Akibatnya, permukiman warga terendam dan aktivitas masyarakat terganggu. Bahkan di beberapa wilayah, akses warga terhambat sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Puncak air naik terjadi pada Rabu (18/9/2026) sekitar pukul 21:00 WITA, di mana kenaikannya terjadi sangat cepat, sehingga merendam permukiman. Di hari kedua banjir Malinau air terpantau masih bertahan hingga Kamis (19/3/2026) siang.
“Kami diminta Pak Bupati untuk segera mengambil langkah yang dibutuhkan masyarakat dalam kondisi seperti ini, karena beliau sedang dinas di luar daerah,” ucapnya.
Selain memastikan kondisi warga, pemerintah juga memantau fasilitas umum yang terdampak, termasuk sekolah mengingat aktivitas belajar mengajar akan kembali berlangsung usai libur. “Kami juga minta OPD terkait memantau fasilitas umum, terutama sekolah yang terendam agar segera ditangani,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sarana dan prasarana yang terdampak banjir. Ke depan, pembangunan diharapkan lebih adaptif terhadap potensi bencana.
“Kita dorong ada inovasi, apakah bangunan perlu ditinggikan atau dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” katanya.
Setelah peninjauan di Malinau Utara, rombongan bergeser ke Kecamatan Malinau Kota yang juga mengalami dampak cukup parah. Salah satunya di RT 10 dengan ketinggian air yang mencapai dua meter.
Wakil Bupati memastikan, pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Termasuk menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna menjamin kebutuhan warga tetap terpenuhi selama banjir berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....