Peran Ibu dan Keluarga Kunci Cegah Anak Terjebak Masalah Sosial di Malinau
- 06 Agt 2026 11:37 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Peran ibu dan keluarga sangat besar dalam membentuk masa depan anak. Namun saat ini banyak anak yang tersesat dan terlantar, sebagian justru karena lingkungan terdekatnya sendiri. Anak-anak tidak bisa bersekolah dengan layak akibat keterbatasan ekonomi orang tua, sehingga mereka harus bekerja membantu bertahan hidup, bahkan menjadi beban keluarga.
Persoalan semakin berat ketika orang tua berada dalam masalah hukum, baik terkait narkoba, perjudian, maupun kasus lainnya. Anak yang seharusnya bersekolah dan mendapat dukungan penuh justru kehilangan arah. Perpecahan rumah tangga pun menjadikan anak sebagai korban. Lebih memprihatinkan, beberapa anak diduga telah masuk ke jaringan yang tidak diinginkan, bahkan terlibat peredaran narkoba.
"Saya melihat kenyataan yang nyata, bukan rekayasa. Di Malinau ada anak usia 14 tahun yang diduga sudah mengedarkan narkoba, bukan lagi sekadar pemakai. Inilah ancaman nyata yang bisa merusak tatanan kehidupan dan masa depan daerah kita," ujar Bupati Malinau, Wempi W. Mawa SE, MH saat memberikan arahan dalam kegiatan pelantikan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malinau di ruang Tebengang, lantai 2 Kantor Bupati Malinau, Rabu (5/8/2026).
Bupati Malinau menegaskan alasan di balik permasalahan tersebut. "Anak mau mengadu kepada siapa? Di rumah tidak ada ruang berdiskusi, di rumah ibadah tidak didengar, pemerintah belum sepenuhnya hadir menjawab masalah mereka, lingkungan justru menghakimi dan mengucilkan. Lalu mereka mencari tempat yang tampak mengasihi dan menerima mereka, meski sebenarnya membawa ke arah yang salah," ujarnya
Sebagai kepala daerah, Wempi W. Mawa pun mengingatkan dampak jangka panjang: "Kalau anak-anak yang terlantar ini kelak menjadi pemimpin kita, apa yang akan mereka lakukan bagi bangsa dan negara? Inilah tugas dan kewajiban kita bersama," imbuhnya.
Oleh karena itu, Bupati Malinau berharap besar kepada Dharma Wanita/Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Malinau sebagai wadah para istri dan ibu di lingkungan birokrasi dan pemerintahan. "Mari kita kurangi kegiatan seremonial, dan perbanyak langkah nyata yang berdampak langsung. Jadilah teladan, perbaiki yang kurang, tingkatkan yang belum maksimal. Jangan biarkan anak-anak dan keluarga kita terjebak judi daring, narkoba, pergaulan bebas, maupun hal-hal merusak lainnya. Mulai dari rumah masing-masing, mari kita awasi dan kita jaga bersama," ajaknya.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....