Dua Anak di Malinau Terserang DBD, Warga Diminta Waspada
- 22 Jan 2026 13:52 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau – Dua anak di Kabupaten Malinau sempat menjalani perawatan akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Januari 2026. Meski kini kondisi keduanya sudah membaik, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit tersebut.
Plt. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Malinau, Eltonjon, menyebut dua pasien tersebut berasal dari wilayah Pelita dengan usia sekitar 15 tahun dan 3 tahun. Keduanya masuk RSUD Malinau pada 15 dan 16 Januari 2026.
“Kedua pasien sudah dipulangkan karena kondisinya membaik,” ujar Eltonjon saat dikonfirmasi RRI, Kamis (22/1/2026) di RSUD.
Ia menjelaskan, dua pasien tersebut datang dengan kondisi yang sudah memerlukan perawatan inap.
“Secara umum, pasien yang dirawat inap masuk kategori sedang hingga berat. Dua pasien ini trombositnya memang sudah masuk kriteria rawat inap,” jelasnya.
Kasus pada Januari ini menjadi kejadian awal yang terpantau beberapa waktu terakhir. “Sepanjang akhir 2025 RSUD Malinau tidak mencatat adanya pasien DBD yang dirawat,” imbuh Elton.
Ia juga menyoroti kerentanan anak-anak terhadap penularan DBD. Menurutnya, aktivitas anak yang banyak dilakukan di luar rumah, khususnya di lingkungan sekolah pada pagi hingga sore hari, berpotensi meningkatkan risiko gigitan nyamuk.
Karena itu, perhatian terhadap kebersihan lingkungan dinilai tidak cukup hanya difokuskan di rumah. Lingkungan sekolah juga perlu menjadi perhatian bersama untuk mencegah berkembangnya sarang nyamuk.
“Masyarakat perlu konsisten menjalankan gerakan 4M Plus. DBD ini sebenarnya bisa dicegah kalau kebersihan lingkungan dijaga,” katanya.
Hingga saat ini, RSUD Malinau belum menerima laporan tambahan pasien DBD yang menjalani perawatan inap. Pihak rumah sakit berharap tidak ada penambahan kasus dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD terus meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....