Jangan Putus Sekolah, Manfaatkan Beasiswa dan Teknologi untuk Raih Kesuksesan

  • 24 Mei 2026 17:43 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau – Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malinau, Hajah Siti Samsiyah, kembali menekankan pesan penting kepada 63 orang lulusan MTsN Malinau agar tidak berhenti menempuh pendidikan. Menurutnya, perjalanan pendidikan yang telah mereka lalui selama 3 tahun ini hanyalah permulaan, dan masih sangat panjang jalan yang harus ditempuh untuk meraih cita-cita.

"Perjalanan kalian masih sangat panjang. Ini baru separuhnya saja. Setelah enam tahun lulus SD atau MI, lalu sambung tiga tahun di MTs, nanti harus lanjut lagi ke MAN, SMA, atau SMK selama tiga tahun, bahkan seterusnya hingga ke jenjang kuliah jika mampu. Ibu pesan, usahakanlah selalu menuntut ilmu, jangan sampai putus pendidikan kalian ini," tegas Hajah Siti dalam sambutannya pada acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Kelas 9 dengan tema "Kenangan Kita Abadikan".

Ia mengingatkan bahwa saat ini akses untuk melanjutkan pendidikan jauh lebih mudah dibandingkan masa lalu. Bagi siswa berprestasi yang mungkin terkendala biaya, tersedia berbagai fasilitas bantuan berupa beasiswa yang bersumber dari Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, maupun Pemerintah Provinsi. Seluruh informasi dan pendaftaran beasiswa tersebut kini dapat diakses secara daring (online).

"Kalian jangan hanya menggunakan gawai atau teknologi informasi sekadar untuk kesenangan saja. Jadikan itu sarana mencari informasi bagaimana caranya bisa terus sekolah setinggi mungkin. Buka dan cari peluangnya, kalau ada niat insya Allah pasti ada jalan. Pendidikan adalah salah satu kunci pintu gerbang menuju kesuksesan," tambahnya.

Terkait tema acara "Kenangan Kita Abadikan", Hajah Siti mengapresiasi pilihan tema tersebut dan memaknainya lebih dalam. Ia menyampaikan bahwa selama tiga tahun menimba ilmu, tentu tidak semua kenangan terasa manis.

Pasti ada momen pahit, masa sulit, atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun, ia berpesan agar hal tersebut tidak dijadikan alasan untuk menyerah atau hilang semangat.

"Kenangan pahit maupun indah, jadikanlah itu hikmah dan ilmu agar kita terus maju berkarya. Jangan sampai kenangan buruk membuat kalian ciut nyali, tapi jadikanlah itu cambuk atau pemacu semangat untuk berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi ke depannya," ujarnya.

Di hadapan para siswa, ia pun bertanya apakah ada di antara mereka yang tidak memiliki harapan masa depan. Dengan yakin ia menyimpulkan bahwa setiap anak pasti memiliki impian.

"Pasti kalian punya harapan, kan? Ibu yakin dari 63 orang ini semuanya punya cita-cita. Mari kita doakan semoga harapan dan keinginan kalian, juga harapan besar orang tua, dapat dikabulkan dan terwujud oleh Allah SWT," ucapnya penuh harap.

Terakhir, Hajah Siti mengingatkan kunci kesuksesan sejati. Ia menekankan bahwa orang yang pandai dan cerdas sekalipun tidak akan bisa sukses berjalan sendiri. Kesuksesan diraih melalui kerja sama dan berjalan bersama-sama. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak memiliki sifat pelit atau bakhil, karena menurutnya semakin seseorang pelit, maka semakin pula Allah SWT tidak menyukainya.

"Kalianlah penerus kita. Melangkah bersama itu sangat penting. Ingat pesan ibu, jangan pelit, jangan bakhil. Sukses itu diraih bersama, bukan sendirian," pungkas Hajah Siti Samsiyah menutup arahannya.(*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....