Mahasiswa Ners ITKES WHS Edukasi Penanganan Cedera di Malinau
- 24 Apr 2026 14:54 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Siswa mengaku mendapat pengetahuan baru tentang pertolongan pertama dan penanganan cedera.
- Mahasiswa RPL 4 Malinau memberikan edukasi pembidaian dan evakuasi korban cedera kepada siswa.
- Sasaran kegiatan adalah pelajar sebagai penolong awal saat terjadi kecelakaan ringan hingga sedang.
RRI.CO.ID, Malinau - Mahasiswa profesi ners Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS) lakukan program pengabdian masyarakat di SMA Negeri 3 Malinau, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan itu diisi edukasi penanganan cedera bagi pelajar melalui teori dan praktik langsung.
Puluhan mahasiswa RPL 4 Malinau ini melaksanakan program profesi ners dengan beasiswa penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau.
Sasaran praktik pengabdian kali ini adalah siswa sebagai penolong awal saat terjadi kecelakaan ringan hingga sedang. Ketua panitia pelaksana, Wahyudiansah, mengatakan kegiatan ini fokus pada keterampilan dasar seperti pembidaian dan evakuasi korban. Pembidaian adalah prosedur pertolongan pertama pada kasus cedera.
Menurutnya, remaja perlu dibekali kemampuan tersebut karena aktif dalam berbagai aktivitas. “Kami mempraktikkan cara pembidaian dan evakuasi untuk meminimalkan cedera. Remaja itu aktif, jadi mereka perlu tahu penanganan pertama agar tidak memperparah kondisi,” ujarnya kepada RRI.
Ia menjelaskan, sekolah dipilih karena menjadi tempat yang tepat untuk edukasi dan berdampak langsung kepada siswa. Dengan pemahaman itu, diharapkan pelajar mampu bertindak cepat saat terjadi cedera.
Ketua Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners di ITKES WHS, Ana Dwiyana Arie, menjelaskan program ini merupakan bagian dari konsep kampus berdampak dalam pendidikan keperawatan. Kegiatan pengabdian ditujukan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pengabdian ini diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di Kaltara, agar siap menangani cedera dengan tepat. Jadi hasil pembelajaran mereka diharapkan berdampak langsung bagi lingkungan, salah satunya melalui kegiatan ini,” katanya.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa, dilanjutkan penyampaian materi, praktik pembidaian dan evakuasi, serta post-test. Metode ini bertujuan memastikan peningkatan pengetahuan peserta.
Salah satu siswa, Andre Wiranata, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. “Saya baru tahu cara menolong teman yang jatuh, seperti menangani patah tulang dan memindahkan korban ke tempat aman dengan tepat,” ucapnya.
Diharapkan kegiatan serupa terus dilakukan agar lebih banyak pelajar memahami pentingnya pertolongan pertama. Ia juga memberi semangat kepada mahasiswa agar terus belajar dan berkontribusi. (Ading)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....