Badan Bahasa Soroti Praktik Literasi Taman Baca Malinau
- 06 Feb 2026 09:22 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Rombongan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyoroti tiga praktik baik penguatan literasi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cerdas Ceria RT 005 Desa Kuala Lapang, Malinau Barat, Kamis (5/2/2026).
Tiga poin tersebut meliputi kebiasaan belajar bersama anak tanpa gawai, peningkatan daya nalar berbasis literasi, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan taman baca.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan kegiatan belajar bersama yang dilakukan anak-anak setelah pulang sekolah menjadi praktik positif yang jarang ditemui.
“Kita lihat di sini, anak-anak setelah pulang sekolah bukan asik dengan gawai, namun bisa belajar bersama, membaca, berhitung, membuat kerajinan dan sebagainya. Ini ibaratnya bisa menerapkan salah satu tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” ujarnya saat kunjungan ke Malinau.
Poin berikutnya adalah kemampuan anak-anak membangun daya nalar melalui buku sebagai sumber belajar. Hafidz menilai literasi yang dilakukan di TBM mampu menumbuhkan pemahaman terhadap lingkungan, termasuk kesadaran menjaga ekosistem dan pelestarian alam.
Menurutnya, respons anak-anak saat berdiskusi menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai dampak kerusakan alam seperti banjir dan longsor. Hal ini menjadi indikator bahwa literasi tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk pola pikir kritis.
Praktik baik ketiga adalah dukungan pemerintah dari tingkat RT hingga kabupaten yang mengalokasikan anggaran untuk pengembangan taman baca.
“RT mengalokasikan sekitar Rp15 untuk kegiatan TBM. Selain itu, bantuan dari pemerintah kabupaten juga diberikan untuk pengadaan sarana seperti rak buku dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Hafidz.
Ia menilai kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Kunjungan pihaknya ke TBM Cerdas Ceria dilakukan untuk melihat langsung praktik kolaborasi antara satuan pendidikan, taman bacaan masyarakat, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi anak. Hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat diadopsi oleh desa lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....