‎Harga Emas Antam Tumbang Usai Reli Panjang

  • 31 Jan 2026 09:33 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Koreksi ini membawa harga emas turun ke level Rp2.860.000 per gram setelah sebelumnya berada di posisi tinggi.

‎Berdasarkan data perdagangan terakhir pukul 08.38 WIB, harga emas Antam terkoreksi sebesar Rp260.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp3.120.000. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terdalam dalam beberapa pekan terakhir setelah tren kenaikan agresif.

‎Sejalan dengan itu, harga buyback emas Antam juga ikut turun signifikan ke level Rp2.654.000 per gram. Nilai buyback tercatat melemah Rp285.000 per gram, mengikuti tekanan koreksi pada harga jual.

‎Investor emas di Malinau, Wahyudi, menilai penurunan kali ini terasa cukup ekstrem dibandingkan pergerakan harga sebelumnya.

“Ini pertama kali sih sepanjang saya nabung emas koreksinya sampai di angka ini, tapi kalau dilihat pergerakan harga emas beberapa pekan bahkan beberapa bulan terakhir, ini masih koreksi wajar,” ujarnya.

‎Menurut Wahyudi, lonjakan harga emas yang terjadi sebelumnya telah memicu kepanikan di kalangan investor, terutama investor kecil.

“Sebelumnya kan memang naik sangat tinggi, sampai cetak rekor baru hampir tiap hari, bahkan dua kali sehari, wajar kalau masyarakat ikut panik,” katanya.

‎Ia menambahkan, meski tengah terkoreksi, harga emas secara umum masih tergolong mahal dan belum sepenuhnya ramah bagi pembeli baru.

“Terlepas dari dinamikanya, kita nggak bisa pungkiri harga emas masih sangat mahal, ditambah stok yang masih langka, jadi orang yang mau manfaatkan momen koreksi pun tetap susah belinya,” ucap Wahyudi.

‎Wahyudi juga menilai koreksi ini berpotensi bersifat sementara dan belum tentu menandai pelemahan jangka panjang.

“Orang-orang yang sempat beli di harga pucuk sudah pasti kecewa, tapi menurut saya ini seperti tenang sebelum badai, bisa saja awal pekan nanti masuk Februari harganya naik lagi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....