Dukungan Sektor Pertanian Malinau melalui Program PESAT 2025
- 26 Mar 2026 13:00 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Sebanyak 380 Satgas PESAT terlibat dalam kegiatan pertanian, hasilkan 36.828 kg gabah dan 8.610 kg jagung.
- Pemkab salurkan 213.212 benih ikan, pakan, serta perlengkapan nelayan ke kelompok masyarakat.
- Dukungan alat berat disiapkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani.
RRI.CO.ID, Malinau - Program Pertanian Sehat (PESAT) menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Program ini fokus pada pendampingan petani serta peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
Realisasinya pada tahun 2025 mencakup dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui pendampingan, bantuan, hingga dukungan infrastruktur pertanian.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyampaikan sebanyak 380 anggota Satgas PESAT terlibat aktif dalam kegiatan pertanian. Hal ini mendorong capaian produksi gabah sebesar 36.828 kilogram dan jagung 8.610 kilogram.
“Program PESAT kita jalankan untuk memberikan nilai ekonomi produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wempi dalam penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (SKPJ) Kepala Daerah pada Sidang Paripurna DPRD Malinau beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program pada periode tersebut menghadapi tantangan iklim yang cukup berat. Intensitas banjir yang tinggi turut mempengaruhi sektor pertanian serta memicu gangguan hama di lapangan.
“Memang tantangan kita dari sisi iklim cukup besar, termasuk banjir yang berdampak pada ketahanan pangan,” katanya.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan perikanan kepada kelompok masyarakat. Bantuan meliputi 213.212 benih ikan yang terdiri dari lele, nila, patin, gurame, dan ikan mas.
Selain itu, disalurkan pula pakan ikan sebanyak 1.030 karung serta perlengkapan nelayan. Bantuan mencakup perahu fiber 25 unit, jala 190 unit, pukat 130 unit, bubu 40 unit, mesin ketinting 80 unit, styrofoam 330 unit, dan tugu lima unit.
Wempi menegaskan, bantuan diberikan kepada kelompok tani dan nelayan yang telah terbentuk. Penyaluran dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan riil di lapangan.
“Bantuan kita distribusikan sesuai kebutuhan kelompok yang sudah ada dan aktif,” ucapnya.
Untuk mendukung akses pertanian, Pemkab Malinau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga melakukan pengadaan alat berat, meliputi satu unit self-loader roda enam, satu unit self-loader roda sepuluh, dan 13 unit ekskavator.
Alat berat tersebut digunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani. Langkah ini bertujuan memperlancar distribusi dan mobilisasi hasil pertanian serta membuka akses antarwilayah.
“Alat berat sudah kita distribusikan ke kecamatan agar bisa mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan usaha tani,” kata Wempi.
Program PESAT merupakan salah satu dari lima program unggulan Pemerintah Kabupaten Malinau. Pemerintah daerah menargetkan program ini terus berkontribusi terhadap penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....