Wabup Malinau Ajak Masyarakat Dukung Program Inovasi Daerah
- 05 Mar 2026 12:05 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Selain mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau meminta masyarakat mendukung program inovasi daerah.
Harapan itu disampaikan Wakil Bupati (Wabub) Malinau, Jakaria, dalam momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pemkab Malinau Malinau, di Masjid Jamiatul Muzakirin, Desa Malinau Kota, Rabu (4/3/2026).
Ia mengatakan Safari Ramadan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membuka ruang dialog terkait pembangunan daerah.
Ramadan 1447 Hijriah mengusung semangat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan iman dan takwa. Nilai tersebut dinilai penting sebagai landasan dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Malinau.
“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Jakaria.
Wabub juga memaparkan lima program inovasi daerah yang tetap dijalankan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Malinau tahun ini mengalami penurunan signifikan.
Program tersebut antara lain penguatan sumber daya manusia, pengembangan sektor pertanian, serta peningkatan transparansi pemerintahan berbasis digital.
Di sektor pertanian, pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pertanian yang direkrut dari petani lokal dan diberi insentif untuk membantu pengelolaan lahan masyarakat. Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi modern seperti alat bajak pertanian serta penyemprotan berbasis drone.
Pada bidang pendidikan, pemerintah daerah kembali memberangkatkan sekitar 200 guru untuk menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada. Selain itu, program Desa Sarjana tetap dilanjutkan dengan menempatkan lulusan kembali ke desa untuk mendukung pembangunan berbasis sumber daya manusia.
Jakaria juga membeberkan, pemerintah akan memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital agar masyarakat dapat memantau penggunaan anggaran serta layanan publik secara terbuka.
“Ke depan masyarakat dapat mengakses berbagai informasi pemerintah secara langsung, termasuk penggunaan APBD dan layanan publik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jakaria menyinggung informasi kuota haji yang kini pengelolaannya berada di bawah kementerian tersendiri, terpisah dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Jamiatul Muzakirin, Topan Amrullah, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi masjid kepada pemerintah daerah.
Ia menjelaskan pembangunan rumah dinas imam masjid saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan merupakan hasil swadaya jemaah. “Pembangunan rumah dinas imam ini sudah hampir selesai, tinggal tahap pengecatan saja,” kata Topan.
Kemudian, pengurus masjid juga mengusulkan pembangunan menara masjid guna mendukung kegiatan ibadah, khususnya pengeras suara saat azan.
Topan meminta Masjid Jamiatul Muzakirin dapat dibangun secara permanen. Saat ini masjid tersebut disebut sebagai satu-satunya di kawasan perkotaan Malinau yang belum berbahan beton.
Ia berharap sebelum akhir masa jabatan kepala daerah, pembangunan masjid permanen dapat terealisasi dengan dukungan pemerintah daerah.
Pada kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau juga menyerahkan bantuan sosial bagi masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. (Ading/sti)