Saka Bhoga Sevanam, Tradisi Hindu: Harmoni dan Kepedulian
- 17 Mar 2025 15:59 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau: Dalam ajaran Hindu, keseimbangan hidup tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan alam dan diri sendiri, tetapi juga dalam interaksi sosial yang berlandaskan kasih sayang dan kepedulian.
Salah satu manifestasi nyata dari nilai tersebut adalah Saka Bhoga Sevanam, sebuah tradisi berbagi yang semakin relevan dalam kehidupan masyarakat multikultural seperti di Indonesia.
Saka Bhoga Sevanam berasal dari tiga kata dalam bahasa Sanskerta: Saka (pangan/makanan), Bhoga (kenikmatan/kebahagiaan), dan Sevanam (pelayanan). Jika diartikan secara utuh, maknanya adalah "melayani kebahagiaan melalui pemberian makanan."
Tradisi ini mengajarkan bahwa berbagi pangan bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk menebarkan kebahagiaan, memperkuat hubungan sosial, serta mengingatkan manusia akan pentingnya welas asih.
Dalam ajaran Hindu, makanan bukan hanya sumber energi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Setiap butir nasi yang dimakan mengandung doa dan berkah, sehingga memberikan makanan kepada orang lain merupakan bagian dari dharma atau kewajiban suci.
Filosofi ini tercermin dalam banyak ritual keagamaan Hindu, termasuk dalam rangkaian perayaan Nyepi yang menekankan introspeksi dan keseimbangan hubungan antarmanusia. Tahun 2025, perayaan Nyepi mengusung tema Manasewa Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Tema ini menekankan bahwa melayani sesama manusia (Manasewa) adalah bagian dari pelayanan kepada Tuhan (Madawasewa). Dalam konteks ini, Saka Bhoga Sevanam menjadi bentuk nyata implementasi ajaran tersebut.
Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malinau, I Nyoman Wigunaya, menjelaskan bahwa tradisi berbagi dalam Saka Bhoga Sevanam adalah salah satu cara umat Hindu mengaplikasikan nilai-nilai Nyepi ke dalam kehidupan sehari-hari.
"Nyepi bukan sekadar menyepi dan bermeditasi. Esensi sejatinya adalah membangun keseimbangan, bukan hanya dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama manusia. Dalam ajaran Hindu, berbagi makanan adalah bentuk tertinggi dari pelayanan, karena makanan adalah kebutuhan dasar yang menyatukan semua umat manusia tanpa memandang latar belakang," ujarnya.
Di Kabupaten Malinau, implementasi Saka Bhoga Sevanam tahun ini diwujudkan dalam bentuk berbagi takjil kepada saudara Muslim yang menjalankan ibadah puasa yang dilaksanakan pada Minggu (16/3/2024). Kegiatan ini serentak dilakukan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia sesuai dengan edaran PHDI Pusat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan jembatan yang mempererat persaudaraan. Inilah esensi Saka Bhoga Sevanam, berbagi dengan tulus, tanpa melihat perbedaan," tambah I Nyoman Wigunaya.
Aksi berbagi takjil ini dilakukan di depan Bandara R.A. Bessing, yang menjadi titik keramaian bagi masyarakat Malinau. Sebagai penutup, I Nyoman Wigunaya berharap tradisi ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
"Semoga Saka Bhoga Sevanam tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga nilai yang melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan berbagi, kita tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga menyebarkan energi kebaikan yang akan terus bergema," tutupnya.