Pelatihan Branding Produk Perkuat Identitas Usaha Desa
- 30 Agt 2025 11:21 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) Kabupaten Malinau menggelar Pelatihan Manajemen dan Branding Produk yang diikuti pelaku usaha dari enam desa, yaitu Laban Nyarit, Metut, Nahakramo, Setulang, Belayan, dan Long Berini.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Malinau, Melani Indah, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha tentang pentingnya pengelolaan usaha dan penguatan identitas produk lokal. “Kami ingin produk-produk desa punya identitas yang kuat, berdaya saing, dan mampu masuk ke pasar lebih luas,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Materi pelatihan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni pengelolaan usaha sederhana, pengembangan produk, serta strategi branding. Narasumber, Agung Eko Sucahyono, menekankan bahwa penyampaian dilakukan dengan cara aplikatif agar dapat menyesuaikan dengan latar belakang peserta yang beragam.
“Kami tidak ingin materi hanya berhenti sebagai teori. Karena itu, setiap penjelasan langsung dikaitkan dengan contoh nyata dari produk yang mereka hasilkan,” jelas Agung. Ia menambahkan, metode aplikatif memudahkan peserta memahami langkah praktis yang bisa langsung diterapkan di usaha masing-masing.
Peserta pun mengaku merasakan manfaat dari kegiatan ini. Ardi, pengusaha batik dari Desa Belayan, menyebut pelatihan memberinya wawasan tentang membangun identitas produk yang bisa mendukung promosi ekowisata.
“Batik yang kami buat tidak hanya punya nilai seni, tetapi juga bisa menjadi bagian dari promosi wisata Belayan. Pelatihan ini membuat saya lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Sementara itu, Martina Ipung, pengrajin anyaman rotan dari Desa Metut, mengaku mulai memahami pentingnya branding bagi produk yang dihasilkan kelompoknya. “Selama ini kami hanya fokus membuat anyaman. Dari pelatihan ini saya paham bahwa branding penting agar produk punya ciri khas dan bisa lebih dikenal orang,” tuturnya.
Selain memperkaya pengetahuan, pelatihan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman antar desa. Dari batik, ekowisata, hingga minyak atsiri, setiap peserta menyadari produk mereka merupakan identitas desa yang perlu diperkuat melalui strategi manajemen dan branding.
Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Malinau, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....