Dishub Malinau Bidik Optimalisasi PAD Sektor Perhubungan

  • 10 Jul 2026 12:59 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau memetakan potensi baru untuk meningkatkan PAD melalui optimalisasi pengelolaan fasilitas transportasi dan pelabuhan.
  • Peluang pendapatan daerah sedang dikaji melalui pengelolaan pelabuhan penumpang dan pelabuhan angkutan barang (Kelapis) dengan mekanisme retribusi sesuai peraturan perundang-undangan.
  • Dishub juga melihat peluang kerja sama dengan pengelola bandara untuk mengelola fasilitas pendukung seperti parkiran di kawasan terminal perhubungan yang berpotensi menghasilkan pendapatan.
  • Pengembangan potensi sektor penerbangan memerlukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat karena sebagian besar kewenangan bandara, termasuk bandara perintis, berada di bawah Kementerian Perhubungan.

RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malinau membidik meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhubungan melalui memetakan sejumlah potensi baru. Optimalisasi pengelolaan fasilitas transportasi menjadi salah satu strategi yang disiapkan untuk memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau, Aji Widodo, mengatakan selama ini tugas utama Dishub masih berfokus pada penyelenggaraan transportasi, termasuk pengamanan dan penyediaan perlengkapan jalan. Namun ke depan, pihaknya juga didorong untuk mengembangkan sumber-sumber PAD yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Kalau untuk pengamanan jalan dan pelengkap jalan memang menjadi porsi kami. Namun ke depan kami mencoba mencari potensi-potensi pendapatan asli daerah dari sektor perhubungan yang selama ini belum optimal," ujarnya pada RRI, Jumat (10/7/2026).

Menurut Aji, salah satu peluang yang sedang dikaji berasal dari pengelolaan pelabuhan penumpang dan pelabuhan angkutan barang (Kelapis) melalui skema retribusi atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Dishub juga melihat peluang kerja sama dengan pengelola bandara untuk mengelola sejumlah fasilitas pendukung yang berpotensi menghasilkan pendapatan daerah.

"Mungkin nanti kita kerja sama dengan bandara. Selain hanggar yang kita punya, mungkin kita bisa mengambil pengelolaan parkiran atau potensi-potensi lain yang ada di kawasan terminal perhubungan," katanya.

Meski demikian, ia mengakui pengembangan potensi pendapatan dari sektor penerbangan tidak dapat dilakukan secara sepihak karena sebagian besar kewenangan pengelolaan bandara, termasuk bandara perintis, berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

"Untuk tempat-tempat yang kewenangannya lebih besar, seperti bandara termasuk bandara-bandara perintis, tentu kami harus banyak berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena kewenangannya ada di Kementerian Perhubungan," tuturnya.

Aji menjelaskan, langkah tersebut merupakan target jangka menengah yang mulai dipersiapkan agar sektor perhubungan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap PAD Kabupaten Malinau.

Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat membuka sumber-sumber pendapatan baru bagi daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat. Menurutnya, optimalisasi potensi sektor perhubungan menjadi salah satu langkah untuk mendukung peningkatan kemandirian fiskal Kabupaten Malinau.

"Yang penting kami mencoba membantu mengoptimalkan PAD di sektor perhubungan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....