Tren Positif Empat Hari, Harga Emas Antam Tembus Rp2,768 Juta per Gram

  • 25 Agt 2026 20:04 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam mencatat tren positif selama empat hari perdagangan berturut-turut tanpa pernah mengalami penurunan.
  • Pada Selasa (25/8/2026), harga emas Antam menembus level Rp2.768.000 per gram, meningkat Rp18.000 dari posisi Rp2.750.000.
  • Harga buyback emas Antam juga mengalami penguatan sebesar Rp18.000 per gram, dari Rp2.610.000 menjadi Rp2.628.000 per gram pada hari yang sama.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam mencatat tren positif selama empat hari perdagangan terakhir, tanpa diselingi penurunan. Penguatan kembali terjadi pada Selasa (25/8/2026), sekaligus membawa harga emas Antam menembus Rp2.768.000 per gram.

Pada perdagangan Selasa, harga emas Antam naik Rp18.000 per gram dari posisi terakhir Rp2.750.000 hingga pukul 08.39 WIB. Kenaikan serupa terjadi pada harga buyback emas Antam yang bertambah Rp18.000 per gram, dari Rp2.610.000 menjadi Rp2.628.000 per gram.

Selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp140.000 per gram.Tren penguatan ini telah dimulai sejak Kamis (20/8/2026), ketika harga jual dan buyback emas Antam melonjak Rp80.000 per gram.

Sehari setelahnya, harga emas Antam tidak mengalami perubahan. Namun, penguatan kembali berlanjut pada Sabtu (22/8/2026), dengan kenaikan harga jual dan buyback sebesar Rp15.000 per gram.

Kenaikan kemudian berlanjut pada Senin (24/8/2026) sebesar Rp10.000 per gram, baik harga jual, maupun buyback. Investor emas di Malinau, Aris, menilai pola penguatan tersebut menunjukkan sentimen terhadap emas masih cukup positif.

Menurutnya, kenaikan yang berlangsung dalam beberapa hari berturut-turut menjadi sinyal bahwa emas masih mendapat perhatian investor sebagai aset penyimpan nilai.

"Kalau kita melihat beberapa hari terakhir, trennya cukup positif. Setelah kenaikan besar pada Kamis, harga memang sempat stagnan, tetapi setelah itu kembali naik. Ini menunjukkan minat terhadap emas masih cukup kuat," ujar Aris.

Aris menilai penguatan hingga mendekati level Rp2,8 juta per gram menjadi perkembangan yang menarik bagi investor yang telah memiliki emas. Namun, ia mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga dalam jangka pendek.

"Untuk investor yang sudah punya emas, tentu kenaikan ini cukup menggembirakan. Tetapi jangan sampai karena harga naik kemudian langsung terburu-buru menjual atau justru membeli dalam jumlah besar," katanya.

Aris tetap optimistis harga emas masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, meski potensi koreksi tetap perlu diantisipasi setelah kenaikan yang terjadi secara beruntun.

"Saya cukup optimistis trennya masih bisa positif. Tetapi emas juga tetap punya siklus naik dan turun. Jadi, investor perlu melihat tren jangka panjang dan tidak panik kalau sewaktu-waktu terjadi koreksi," ujarnya.

Ia menyarankan calon investor yang ingin masuk ke emas untuk mempertimbangkan strategi pembelian secara bertahap, terutama ketika harga sedang berada pada level tinggi.

"Kalau memang tujuannya investasi jangka panjang, pembelian bisa dilakukan bertahap. Tidak perlu mengejar harga hanya karena melihat tren sedang naik," kata Aris.

Menurut Aris, konsistensi kenaikan dalam beberapa hari terakhir lebih penting dilihat sebagai bagian dari pergerakan jangka panjang, bukan semata-mata peluang keuntungan dalam waktu singkat.

Ia berharap tren positif tersebut tetap memberikan ruang bagi investor untuk menjaga nilai asetnya sekaligus menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang mulai melihat emas sebagai salah satu instrumen investasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....