Harga Emas Antam Tutup Juli dengan Penguatan Rp7.000 per Gram

  • 31 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 per gram pada Jumat (31/7/2026), mencapai Rp2.623.000 per gram.
  • Kenaikan harga emas melanjutkan tren positif yang dimulai sejak Kamis (30/7/2026) dengan penguatan Rp15.000 per gram.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam menutup perdagangan di bulan Juli dengan mencatat kenaikan sebesar Rp7.000 per gram. Pada Jumat (31/7/2026) pukul 08.38 WIB, harga emas Antam naik menjadi Rp2.623.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.616.000 per gram.

‎Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif yang telah terjadi sehari sebelumnya. Pada Kamis (30/7/2026), harga emas Antam lebih dahulu menguat Rp15.000 per gram, sementara harga buyback melonjak Rp35.000 per gram.

‎Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali pada Jumat mengalami kenaikan Rp17.000 menjadi Rp2.398.000 per gram dari sebelumnya Rp2.381.000. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback kini berada di kisaran Rp225.000 per gram.

‎Seorang investor emas di Malinau, Afri, menilai penguatan harga yang berlanjut menjadi sinyal positif bagi pemilik emas jangka panjang. Menurutnya, emas tetap layak dipertahankan sebagai salah satu instrumen investasi di tengah dinamika ekonomi.

‎"Menurut saya, emas masih menjadi pilihan yang baik sebagai bagian dari diversifikasi aset. Kita tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen, sehingga risiko investasi bisa lebih terjaga," ujar Afri.

‎Ia mengatakan, selain berfungsi sebagai penyimpan nilai, emas juga memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Saat membutuhkan dana, emas relatif mudah dijual kembali melalui gerai resmi maupun mitra penjualan yang terpercaya.

‎"Likuiditas emas menjadi salah satu keunggulan. Ketika ada kebutuhan mendesak, proses menjual kembali cukup mudah, sehingga investor tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola keuangan," katanya.

‎Afri menambahkan, meski pergerakan harga emas dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, prospeknya masih dinilai positif untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, permintaan terhadap aset aman atau safe haven masih berpotensi menopang harga emas.

‎"Selama kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, saya melihat prospek emas tetap baik. Karena itu, saya memilih tetap menambah kepemilikan secara bertahap sesuai kemampuan, bukan mengejar keuntungan jangka pendek," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....