Harga Emas Antam Naik Lagi, Sentuh Rp2,64 Juta per Gram
- 23 Jul 2026 19:07 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas batangan Antam naik menjadi Rp2.640.000 per gram pada Kamis 23 Juli 2026 berdasarkan pembaruan pukul 08.29 WIB.
- Harga buyback emas meningkat Rp9.000 menjadi Rp2.395.000 per gram, mencerminkan penguatan pasar emas.
- Selisih antara harga jual dan harga buyback pada hari tersebut mencapai Rp245.000 per gram.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali naik pada Kamis (23/7/2026), melanjutkan tren penguatan dua hari sebelumnya secara berturut-turut. Berdasarkan pembaruan harga pada pukul 08.29 WIB, harga emas di angka Rp2.640.000 per gram.
Harga buyback juga meningkat, hingga Rp9.000 menjadi Rp2.395.000 per gram. Dengan perkembangan tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp245.000 per gram.
Penguatan harga hari ini meneruskan tren positif yang telah terjadi dalam dua hari terakhir. Pada 21 Juli 2026 sore, harga emas Antam melonjak Rp31.000 per gram, sedangkan harga buyback naik lebih tinggi, yakni Rp40.000 per gram.
Tren tersebut berlanjut pada 22 Juli dengan kenaikan harga emas sebesar Rp3.000 dan buyback bertambah Rp14.000 per gram. Investor emas di Malinau, Esya, menilai kenaikan harga yang terjadi secara bertahap menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi masih cukup tinggi.
"Kenaikan yang berlangsung beberapa hari berturut-turut menunjukkan pasar sedang bergerak positif. Namun bagi investor, yang terpenting bukan mengejar kenaikan harian, melainkan konsisten membangun investasi untuk jangka panjang," ujarnya.
Esya mengatakan, berdasarkan pengalamannya berinvestasi emas, fluktuasi harga merupakan hal yang wajar. Ia mengaku tidak mudah tergoda untuk membeli atau menjual hanya karena perubahan harga dalam waktu singkat.
"Saya belajar bahwa emas memang mengalami naik turun harga. Justru ketika harganya terkoreksi, itu bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan. Jadi, investasi emas membutuhkan kesabaran dan disiplin," katanya.
Menurut Esya, prospek emas dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan karena logam mulia tetap menjadi salah satu aset yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
"Kalau tujuan investasi untuk beberapa tahun ke depan, saya masih optimistis terhadap emas. Selama membeli sesuai kemampuan dan tidak bersifat spekulatif, emas tetap menjadi pilihan yang relatif aman untuk menjaga nilai aset," tuturnya.
Sebelum membeli, calon investor disarankan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, serta memahami bahwa harga emas tetap berpotensi mengalami fluktuasi seiring dinamika pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....