Harga Emas Antam Berbalik Naik Rp30 Ribu pada Pembaruan Kedua

  • 05 Agt 2026 21:03 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp30.000 per gram pada pembaruan harga kedua, Rabu (5/8/2026), mencapai Rp2.629.000 per gram.
  • Kenaikan ini menghapus koreksi sebelumnya sebesar Rp4.000 per gram yang terjadi pada pembaruan pertama pukul 08.28 WIB.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam berbalik naik pada pembaruan harga kedua, Rabu (5/8/2026). Setelah sebelumnya terkoreksi Rp4.000 per gram, harga emas kembali naik Rp30.000 menjadi Rp2.629.000 per gram.

‎Pada pembaruan sebelumnya pukul 08.28 WIB, harga emas Antam berada di level Rp2.599.000 per gram. Kenaikan Rp30.000 tersebut sekaligus menghapus koreksi pada pembaruan sebelumnya dan membawa harga kembali ke level yang lebih tinggi.

‎Pergerakan serupa terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang juga naik Rp30.000 menjadi Rp2.400.000 per gram. Investor emas di Malinau, Indi, menilai perubahan harga yang cukup besar dalam satu hari menunjukkan pergerakan emas masih dinamis.

‎Ia menyebut kenaikan setelah koreksi tersebut dapat dilihat sebagai rebound, namun belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tren penguatan telah terbentuk.

‎“Kalau naik Rp30.000 setelah sebelumnya turun Rp4.000, memang penguatannya cukup besar. Tapi belum bisa langsung disimpulkan trennya sudah berbalik naik. Kita perlu melihat pergerakan berikutnya,” ujar Indi.

‎Menurutnya, investor perlu mencermati apakah harga mampu bertahan di level Rp2,6 juta per gram setelah penguatan tersebut. Konsistensi harga pada pembaruan berikutnya menjadi indikator yang lebih penting untuk melihat arah pergerakan emas.

‎Indi mengatakan, kondisi tersebut perlu diperhatikan investor jangka pendek karena perubahan harga dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko. Sementara bagi investor jangka panjang, ia mengingatkan agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada perubahan harga dalam satu hari.

‎“Untuk jangka pendek, pergerakan seperti ini tentu perlu diperhatikan. Sedangkan untuk jangka panjang, sebaiknya tidak hanya melihat kenaikan atau penurunan dalam satu hari,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....