Harga Emas Antam Turun Tiga Hari Beruntun, Koreksi Capai Rp37 Ribu per Gram
- 09 Jul 2026 15:48 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam turun Rp8.000 per gram menjadi Rp2.633.000 pada 9 Juli 2026, dengan akumulasi penurunan Rp37.000 dalam tiga hari terakhir sejak Selasa.
- Investor menganggap koreksi harga emas saat ini adalah bagian wajar dari siklus pasar yang dipengaruhi pergerakan harga emas global yang sedang menurun.
- Emas memiliki fungsi utama mempertahankan daya beli dan nilai kekayaan ketika mata uang mengalami penurunan, bukan hanya mengejar kenaikan nominal harga.
RRI.CO.ID, Malinau: Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (9/7/2026), melanjutkan tren koreksi yang sudah berlangsung sejak Selasa. Pada pukul 08.44 WIB, harga emas Antam turun Rp8.000 menjadi Rp2.633.000 per gram dari sebelumnya Rp2.641.000 per gram.
Sementara harga buyback ikut terkoreksi Rp10.000 menjadi Rp2.383.000 per gram. Akumulasi penurunan harga emas dalam tiga hari terakhir mencapai Rp37.000 per gram.
Meski harga terus melemah, investor emas di Malinau, Rama, menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan tidak perlu disikapi secara berlebihan. Menurutnya, koreksi harga emas saat ini tidak terlepas dari pergerakan harga emas global yang sedang mengalami penurunan.
"Emas sempat dijual di kisaran Rp3 jutaan per gram pada Januari, sedangkan sekarang berada di level Rp2,6 juta. Buat saya, ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena harga emas global memang sedang terkoreksi," ujarnya kepada RRI.
Rama mengatakan, masyarakat yang membeli emas saat harga berada di level tertinggi atau all time high (ATH) tidak perlu menyesali keputusan tersebut apabila pembelian dilakukan secara rutin sebagai investasi jangka panjang, bukan karena mengikuti tren sesaat.
"Kalau memang rutin membeli emas, tidak masalah meski kebetulan mendapat harga saat sedang tinggi. Justru yang lebih merugikan adalah ketika kita tidak memiliki emas sama sekali, sehingga kehilangan kesempatan menjaga nilai uang dari inflasi," katanya.
Menurut Rama, banyak orang masih keliru memandang kenaikan harga emas hanya dari sisi nominal. Padahal, fungsi utama emas adalah mempertahankan daya beli ketika nilai mata uang mengalami penurunan.
"Harga emas yang terlihat naik sebenarnya lebih mencerminkan penurunan nilai uang. Jadi yang dipertahankan bukan sekadar angka, tetapi nilai kekayaan kita," ucapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap berinvestasi sesuai tujuan keuangan masing-masing dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi harga dalam jangka pendek. Menurutnya, investasi emas akan lebih optimal apabila dilakukan secara konsisten dengan orientasi jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....