Harga Emas Antam Menguat Lagi, Buyback Naik Rp55.000

  • 03 Jul 2026 23:26 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Harga emas Antam naik Rp11.000 jadi Rp2.651.000/gram (3/7/2026, pukul 08:20 WIB), melanjutkan tren positif sejak Kamis (2/7/2026) yang naik Rp15.000, memutus penurunan tiga hari sejak Senin. Buyback naik Rp55.000 jadi Rp2.400.000/gram.
  • Investor emas Malinau, Linda, sebut fluktuasi harga wajar dalam jangka pendek dan emas idealnya disimpan jangka panjang. Ia jelaskan konsep spread, selisih harga beli dan buyback, yang kerap belum dipahami investor pemula.

RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam kembali menguat pada Jumat (3/7/2026). Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang sudah dimulai sehari sebelumnya.

Berdasarkan data pukul 08:20 WIB, harga emas Antam naik Rp11.000 menjadi Rp2.651.000 per gram. Harga sebelumnya tercatat Rp2.640.000 per gram.

Harga buyback melambung lebih tinggi. Kenaikan buyback mencapai Rp55.000, sehingga kini berada di posisi Rp2.400.000 per gram.

Sehari sebelumnya, Kamis (2/7/2026), harga emas lebih dulu naik sebesar Rp15.000 per gram. Kenaikan itu memutus tren penurunan yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin.

Investor emas di Malinau, Linda, menyambut baik penguatan harga tersebut. Ia mengaku sedikit lega usai harga emas sempat tertekan beberapa hari terakhir.

"Lumayan lega sih sekarang, karena kan anjlok terus sebelumnya," kata Linda.

Meski begitu, Linda mengingatkan fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Menurutnya, emas idealnya baru dijual setelah disimpan dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, kondisi harga saat ini kurang menguntungkan bagi investor yang membeli emas di harga tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Selisih harga beli dan harga buyback turut menjadi pertimbangan penting.

Linda mencontohkan, pembelian emas hari ini di harga Rp2,6 juta tidak serta-merta bisa dijual kembali di harga yang sama. Sebab harga mengikuti angka buyback yang lebih rendah, saat ini di kisaran Rp2,4 juta.

Menurut Linda, banyak investor pemula belum memahami konsep ini. "Itu yang namanya spread yang kadang belum dipahami sama yang baru masuk," ujarnya. (Ading)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....