Pekan Terakhir Juni, Harga Emas Antam Terkoreksi Rp15.000
- 29 Jun 2026 15:37 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam turun Rp15.000 menjadi Rp2.645.000 per gram pada Senin (29/6/2026), sementara harga buyback terkoreksi Rp18.000 menjadi Rp2.360.000 per gram.
- Investor emas di Malinau menilai penurunan harga sebagai peluang menambah kepemilikan dan mengingatkan agar investasi emas dipandang dalam jangka panjang, bukan berdasarkan fluktuasi harian.
RRI.CO.ID, Malinau – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp15.000 menjadi Rp2.645.000 per gram pada perdagangan Senin (29/6/2026). Harga buyback juga terkoreksi Rp18.000 menjadi Rp2.360.000 per gram, setelah sehari sebelumnya masih bertahan di level yang lebih tinggi.
Koreksi ini mengakhiri tren harga emas Antam yang bertahan di angka Rp2.660.000 per gram sejak akhir pekan lalu. Meski demikian, penurunan tersebut belum mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada logam mulia.
Di Malinau, sebagian investor justru memandang koreksi harga sebagai bagian dari dinamika pasar yang lumrah terjadi.
Seorang investor emas di Malinau, Nurul, mengaku tidak terburu-buru melepas koleksi emasnya hanya karena harga turun dalam satu hari perdagangan. Menurutnya, investasi emas sebaiknya dilihat dalam jangka panjang, bukan berdasarkan fluktuasi harian.
"Ngapain khawatir, ini normal. Selama kebutuhan mendesak nggak ada, saya lebih memilih menyimpan. Bahkan kalau ada dana lebih, penurunan harga bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan," ujarnya.
Nurul mengatakan, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan harga emas tetap memiliki kecenderungan meningkat dalam periode yang lebih panjang, meski sesekali mengalami koreksi. Karena itu, ia tidak menjadikan penurunan harian sebagai dasar mengambil keputusan investasi.
Menurutnya, banyak investor pemula sering panik ketika melihat harga bergerak turun. Padahal, perubahan harga harian merupakan hal yang wajar di pasar logam mulia dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pergerakan harga emas dunia serta nilai tukar dolar Amerika Serikat.
"Emas itu ada siklusnya, karena nggak mungkin ATH terus. Awal tahun kemarin ATH kan banyak yang berharap jangan naik dulu lah, masih pengen beli nih. Yang punya dana dingin saat ini bisa memanfaatkan momen untuk menambah porto," imbuhnya.
Pada perdagangan global, harga emas tertekan seiring menguatnya dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan cenderung melemah dan ikut menekan harga.
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas sebagai instrumen investasi, pembelian secara bertahap dinilai lebih bijak dibandingkan mengejar pergerakan harga dalam jangka pendek. Dengan begitu, investor dapat mengurangi risiko akibat fluktuasi pasar sekaligus membangun portofolio secara konsisten. (Ading)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....