Harga Emas Antam Masih Tertahan, Buyback Naik Rp20 Ribu
- 26 Jun 2026 10:21 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam bertahan di Rp2.655.000 per gram selama tiga hari berturut-turut, sementara harga buyback naik Rp20.000 menjadi Rp2.340.000 per gram pada Jumat (26/6/2026).
- Fluktuasi dinilai sebagai bagian dari siklus pasar, sehingga investor jangka panjang disarankan menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi FOMO.
RRI.CO.ID, Malinau – Harga emas batangan Antam bertahan di level Rp2.655.000 per gram pada Jumat (26/6/2026). Angka tersebut tidak berubah selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu (24/6/2026).
Harga buyback justru naik Rp20.000 per gram menjadi Rp2.340.000 pada pukul 08.35 WIB. Sehari sebelumnya, harga buyback sempat terkoreksi Rp52.000 per gram di tengah tidak berubahnya harga emas Antam.
Investor emas asal Malinau, Fitri, menilai kondisi tersebut masih berada dalam fase yang wajar. Menurutnya, fluktuasi harga merupakan bagian dari siklus pasar sehingga investor tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan.
"Kalau sekarang harga sedang turun, menurut saya tidak perlu panik. Justru bagi investor jangka panjang, ini bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan emas secara bertahap," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa harga emas tidak bergerak naik secara terus-menerus. Begitu pula sebaliknya, penurunan harga juga tidak berlangsung selamanya karena pergerakannya dipengaruhi berbagai faktor ekonomi global.
Fitri mengatakan, kesalahan yang kerap dilakukan investor pemula adalah membeli saat harga berada di puncak karena takut ketinggalan momentum atau fear of missing out (FOMO). Ketika harga kemudian terkoreksi dalam waktu singkat, sebagian memilih menjual rugi demi menghindari kerugian yang lebih besar.
"Emas memang punya siklus. Ada masa harganya naik tajam, ada juga periode koreksi dan bergerak datar. Karena itu, jangan membeli hanya karena harga sedang mencetak rekor tertinggi, lalu menjual setelah dua atau tiga bulan karena panik melihat koreksi," katanya.
Menurut Fitri, emas lebih tepat dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang daripada sarana mencari keuntungan dalam waktu singkat. Ia menyebut banyak investor yang memperoleh imbal hasil besar karena menyimpan emas selama bertahun-tahun.
Ia juga menilai tekanan terhadap harga emas belakangan ini masih dipengaruhi kebijakan suku bunga yang relatif tinggi. Dalam kondisi tersebut, sebagian investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi sehingga permintaan terhadap emas dapat berkurang.
"Selama suku bunga masih relatif tinggi, tekanan terhadap harga emas memang bisa tetap ada. Namun bagi investor yang tujuan investasinya lima sampai sepuluh tahun, fluktuasi jangka pendek seharusnya tidak menjadi alasan untuk panik. Yang sudah menikmati kenaikan harga berlipat setelah menyimpan emas bertahun-tahun juga memahami bahwa kesabaran adalah kuncinya," ucapnya.
Secara historis, harga emas memang dipengaruhi berbagai faktor, seperti arah suku bunga, inflasi, nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga kondisi geopolitik global. Karena itu, pergerakan harga dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan prospek investasi emas dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....